IPNU-IPPNU Assa’adah Limbangan Siapkan Pemimpin Santri Era Digital

|

GUGAH – Regenerasi kepemimpinan pelajar Nahdlatul Ulama terus bergulir di Pondok Pesantren Assa’adah Limbangan, Kabupaten Garut. Proses tersebut berlangsung melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pimpinan Komisariat (PK) IPNU dan IPPNU Ponpes Assa’adah, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB itu diikuti santri dan santriwati tingkat SMP hingga SMA Assa’adah Limbangan. Selain menjadi forum evaluasi organisasi, RAT juga menjadi momentum estafet kepemimpinan dan penguatan kaderisasi di lingkungan pesantren.

Ketua PAC IPNU Limbangan, Rekan Ari M. Fajri, mengatakan kader pelajar saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Menurutnya, IPNU dan IPPNU harus mampu menjadi ruang yang mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dengan literasi digital.

“Tantangan pelajar saat ini terletak pada kemampuan mengintegrasikan literasi digital dengan basis tradisi keilmuan pesantren. Di tengah arus informasi yang kian masif, IPNU-IPPNU di tingkat komisariat bukan sekadar wadah berorganisasi, melainkan ruang inkubasi untuk merawat benteng moral sekaligus memicu inovasi santri,” ujar Ari.

Baca Juga:  Sejarah Banyuresmi Garut Terkuak, dari Bojongsalam hingga Situ Bagendit

RAT tersebut turut dihadiri Ketua OSIS SMA Assa’adah Limbangan, Rekan Muhammad Rafif Khairulkhabir, beserta jajaran PAC IPNU dan IPPNU Limbangan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari penguatan sinergi antara organisasi pelajar NU, lembaga pendidikan, dan proses kaderisasi di pesantren.

Rafif menilai perubahan zaman menuntut santri tidak hanya menguasai ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan responsif terhadap perkembangan sosial. Menurutnya, IPNU dan IPPNU merupakan ruang belajar yang mampu membentuk mentalitas, integritas, sekaligus kemandirian kader.

“Dunia pendidikan dan lingkungan pesantren hari ini berhadapan langsung dengan arus digitalisasi dan pergeseran nilai. Santri tidak lagi cukup hanya bergelut dengan kitab kuning di atas dampar, tetapi harus mampu mentransformasikan nilai-nilai tersebut menjadi daya kritis dalam merespons tantangan zaman. Organisasi seperti IPNU dan IPPNU adalah wadah untuk menggembleng mentalitas, integritas, serta kemandirian kader,” kata Rafif.

Dalam RAT tersebut, Rekan Nizar Muhammad Rizki terpilih sebagai Ketua PK IPNU Ponpes Assa’adah Limbangan. Sementara itu, Rekanita Dila Nurfadilah dipercaya memimpin PK IPPNU Ponpes Assa’adah Limbangan.

Baca Juga:  Garut Pimpin Jabar di Urusan Jalur Transportasi, Jalan Aspal Tembus 290 Kilometer

Nizar menyebut amanah yang diterimanya sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh potensi santri. Ia berkomitmen menjadikan PK IPNU Assa’adah sebagai wadah yang terbuka bagi pengembangan akademik, keagamaan, maupun minat dan bakat.

“Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Kami bertekad menjadikan PK IPNU Assa’adah sebagai wadah yang merangkul seluruh potensi santri, baik dalam bidang akademik, keagamaan, maupun pengembangan minat dan bakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dila menegaskan keterpilihannya merupakan awal dari perjalanan pengabdian di organisasi. Ia berharap IPPNU Assa’adah mampu menghadirkan lingkungan belajar yang suportif, kreatif, serta membentuk karakter pelajar putri yang berakhlakul karimah.

“Keterpilihan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah panjang khidmat kita. IPPNU Assa’adah meyakini bahwa pelajar putri memiliki peran sentral dalam membangun iklim belajar yang suportif, kreatif, dan berkarakter akhlakul karimah,” ungkap Dila.

Pergantian kepemimpinan juga menjadi ruang refleksi bagi kepengurusan sebelumnya. Demisioner Ketua PK IPPNU Assa’adah, Rekanita Rispa Darul Hasanah, mengatakan pengalaman memimpin organisasi memberinya banyak pelajaran tentang manajerial, empati, komunikasi, dan pentingnya menjaga kebersamaan.

Baca Juga:  Maling Gondol Brankas Isi Sertifikat dan Perhiasan Emas, CCTV Rumah di Kelapa Dua Tangerang Dirusak

“Proses kepemimpinan ini memberikan pembelajaran empiris yang sangat berharga tentang esensi manajerial dan empati sosial. Memimpin bukan hanya soal mengambil keputusan strategis, tetapi tentang keberanian untuk mendengarkan serta merawat kebersamaan. Dinamika dan tantangan yang dihadapi menjadi proses pendewasaan untuk membentuk kepemimpinan yang adaptif, sabar, dan berintegritas,” tutur Rispa.

RAT PK IPNU-IPPNU Ponpes Assa’adah Limbangan menunjukkan bahwa kaderisasi pelajar NU terus tumbuh dari lingkungan pesantren. Selain menjadi tempat tafaqquh fiddin, pesantren juga menjadi ruang pembelajaran sosial yang membentuk keberanian santri untuk berorganisasi, memimpin, dan mengambil tanggung jawab.

Dengan terpilihnya Nizar Muhammad Rizki dan Dila Nurfadilah, kepemimpinan baru PK IPNU-IPPNU Ponpes Assa’adah Limbangan diharapkan mampu melanjutkan estafet kaderisasi dengan tetap berpijak pada tradisi pesantren sekaligus adaptif menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan karakter generasi pelajar.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran