IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Namun Kembali Layu ke Level 6.826

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan Selasa (12/5/2026) dengan penguatan 41,23 poin atau 0,60 persen ke posisi 6.946,85. Sayangnya, gairah pasar tidak bertahan lama karena indeks kemudian melandai ke level 6.826.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai ketidakpastian global masih membayangi pergerakan pasar. Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran investor.

Optimisme pasar sempat muncul saat ada harapan perundingan antara AS dan Iran. Namun, harapan tersebut sirna setelah negosiasi menemui jalan buntu yang memicu ancaman aksi militer lebih lanjut.

Baca Juga:  IHSG Dibuka Menghijau Tipis, Aksi Ambil Untung Jelang Libur “May Day” Bayangi Pergerakan

Nico memperingatkan bahwa langkah militer AS berpotensi mengerek harga minyak dunia. Kondisi ini tentu menyelimuti pasar dengan ketidakpastian yang cukup tinggi.

Investor kini mengalihkan perhatian pada pertemuan tingkat tinggi antara AS dan China yang dijadwalkan pada 13-15 Mei 2026. Pertemuan ini membawa harapan baru bagi pemulihan hubungan kedua raksasa ekonomi tersebut.

Hubungan dagang kedua negara memang sempat menegang cukup lama sejak era kepemimpinan Donald Trump. Pelaku pasar berharap kesepakatan baru mampu menjadi katalis positif bagi ekonomi global.

Baca Juga:  Dunia Masuk Era AGI, Bursa Indonesia Masih Terjebak di Sektor Tradisional

Data ekonomi dari AS juga menjadi sorotan tajam pekan ini. Inflasi konsumen diproyeksikan meningkat hingga 3,8 persen, sementara inflasi produsen (PPI) juga diperkirakan naik cukup signifikan.

Kenaikan inflasi yang serentak ini akan memperbesar tekanan bagi The Fed untuk tetap memperketat kebijakan suku bunganya. Hal ini tentu akan memaksa bank sentral AS untuk tetap “mengencangkan ikat pinggang.”

Baca Juga:  IHSG Tembus Level Psikologis 7.000: Investor Domestik ‘Ngegas’, Asing Justru Lepas Barang

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal positif terkait stabilitas pasar obligasi. Pemerintah memastikan belum akan mengaktifkan Bond Stabilization Fund (BSF) karena pasar surat utang masih terkendali.

Pemerintah lebih memilih mengoptimalkan saldo anggaran lebih (SAL) untuk menjaga stabilitas pasar. Langkah ini bertujuan menjaga kepercayaan investor tanpa harus menciptakan persepsi kondisi darurat ekonomi.

Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.850 dan resistance 7.000 pada perdagangan hari ini.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *