Diserbu 80 Ribu Pengunjung, Paviliun Indonesia Guncang Pameran Buku Internasional Tunisia

TUNIS – Partisipasi Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 mencatatkan capaian membanggakan. Paviliun Indonesia berhasil menarik lebih dari 80.000 pengunjung selama 10 hari berlangsung. Capaian ini menandai kuatnya daya tarik budaya dan pemikiran Nusantara di mata publik internasional.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunisia menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah dan masyarakat Tunisia atas sambutan hangat selama penyelenggaraan pameran bergengsi tersebut. Ucapan terima kasih secara khusus ditujukan kepada Presiden Tunisia, Kais Saied, serta Menteri Kebudayaan Tunisia, Amina Srarfi, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kehadiran Indonesia sebagai tamu kehormatan.

Baca Juga:  Berbekal Ilmu dan Adab, 62 Siswa MA Plus Al Hikam Sumedang Terjun ke Masyarakat dalam Program PPL

Momentum ini dinilai sebagai tonggak penting dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tunisia yang telah terjalin sejak lama. Melalui partisipasi ini, kedua negara kembali meneguhkan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang budaya dan intelektual.

Mengusung tema “Indonesia–Tunisia Sahabat”, Paviliun Indonesia tidak hanya menampilkan ragam karya literasi, tetapi juga menghidupkan kembali semangat persahabatan historis antara Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dan Presiden pertama Tunisia, Habib Bourguiba. Hubungan erat kedua tokoh tersebut menjadi fondasi kuat bagi diplomasi kedua negara hingga saat ini.

Baca Juga:  KBRI Tunis Promosikan Pendidikan Indonesia Lewat Diskusi Buku Mahasiswi Tunisia

Di dalam paviliun, pengunjung disuguhkan beragam karya pemikir Indonesia dalam berbagai bahasa, termasuk Arab, Inggris, Prancis, dan Indonesia. Tidak hanya itu, kekayaan budaya Nusantara turut dihadirkan melalui pertunjukan musik, tarian tradisional, serta sajian kopi dan kuliner khas Indonesia yang berhasil memikat perhatian pengunjung.

Antusiasme tinggi dari masyarakat Tunisia terhadap Paviliun Indonesia menunjukkan bahwa diplomasi budaya memiliki peran strategis dalam membangun jembatan persahabatan antarbangsa. KBRI Tunisia menilai, pendekatan yang mengedepankan nilai budaya dan kemanusiaan mampu menciptakan hubungan yang lebih erat dan berkelanjutan.

Baca Juga:  KBRI Tunis Angkat Pemikiran Gus Dur di Pameran Buku Internasional Tunisia

“Momen ini akan kami catat sebagai tinta emas dalam sejarah hubungan Indonesia dan Tunisia,” demikian pernyataan resmi KBRI Tunisia. Keberhasilan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang, tidak hanya di bidang budaya, tetapi juga pendidikan, ekonomi, dan kerja sama strategis lainnya.

Partisipasi Indonesia dalam Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 bukan sekadar ajang promosi budaya, tetapi juga simbol kuat diplomasi persahabatan yang melintasi batas geografis. Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, hubungan Indonesia–Tunisia diyakini akan semakin kokoh di masa depan.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *