TUNIS – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis menggelar diskusi buku bertajuk “Gerbang Pintu Timur: Pengalaman Mahasiswi Tunisia di Indonesia” dalam rangka Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40. Kegiatan ini menjadi bagian dari partisipasi Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam ajang literasi bergengsi tersebut.
Diskusi menghadirkan Zuhairi Misrawi sebagai narasumber utama, bersama penulis buku, Nahed Sidnhum. Acara ini tidak hanya membahas isi buku, tetapi juga memperkuat promosi pendidikan Indonesia di mata publik Tunisia.
Dalam paparannya, Duta Besar Zuhairi menegaskan komitmen Indonesia dalam membuka akses pendidikan bagi mahasiswa Tunisia. Menurutnya, berbagai program beasiswa telah disiapkan, baik oleh pemerintah maupun perguruan tinggi di Indonesia.
“Buku ini menjadi bukti bahwa Indonesia terbuka dan menyambut baik mahasiswa Tunisia untuk menempuh pendidikan di berbagai kampus di Indonesia. Peluangnya sangat besar, tinggal kemauan dari para mahasiswa Tunisia untuk memanfaatkannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kementerian Pendidikan Tinggi Indonesia memiliki program khusus yang memungkinkan mahasiswa Tunisia melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi. Selain itu, sejumlah kampus juga menyediakan skema beasiswa mandiri guna menarik mahasiswa internasional.

Lebih lanjut, Zuhairi menekankan pentingnya diplomasi kebudayaan melalui sektor pendidikan dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tunisia.
“Diplomasi kebudayaan melalui program pendidikan terbukti efektif dalam memperkuat hubungan kedua negara. Pengalaman belajar dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Indonesia memberikan kesan positif, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk di bidang ekonomi,” katanya.
Sementara itu, penulis buku, Nahed Sidnhum, membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berharga, baik dari sisi akademik maupun kehidupan sosial di Indonesia.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia melalui KBRI Tunis yang telah memberikan kesempatan untuk belajar di negara yang indah dengan masyarakat yang ramah. Buku ini adalah bentuk rasa terima kasih saya kepada Indonesia,” tuturnya.
Partisipasi Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam pameran ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan budaya, pendidikan, dan potensi kerja sama yang lebih luas kepada masyarakat Tunisia. Melalui pendekatan literasi dan pendidikan, hubungan kedua negara diharapkan semakin erat dan berkelanjutan.***



Tinggalkan Balasan