JAKARTA – Gelombang aksi jual besar-besaran resmi menutup jalannya perdagangan pasar saham Indonesia hari ini dengan rapor yang sangat merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan hancur lebur setelah merosot tajam hingga 3,46 persen ke level 6.370,68 pada bel penutupan bursa.
IHSG kehilangan sebanyak 228,56 poin sepanjang jam perdagangan akibat besarnya tekanan jual dari pelaku pasar.
Sejak pagi, pergerakan indeks sejatinya dibuka melemah pada posisi 6.599,21 dan sempat merangkak naik ke level tertinggi (high) di angka 6.635,13.
Namun, sentimen negatif yang masif di lantai bursa seketika membalikkan arah pergerakan indeks hingga terjun bebas tanpa perlawanan yang berarti.
Sektor finansial bahkan sempat terseret jatuh ke titik terendah (low) harian yang menyentuh level kritis pada posisi 6.323,26.
Data transaksi perdagangan harian menunjukkan volume penjualan saham hari ini berlangsung sangat masif di seluruh papan pasar modal nasional.
Total volume saham yang berpindah tangan terpantau mencapai 457,01 juta lot saham dengan frekuensi perdagangan yang sangat padat hingga 2,80 juta kali.
Aksi lepas aset secara agresif tersebut membukukan nilai transaksi (value) total yang sangat fantastis, yakni menembus angka Rp25,31 triliun.
Sementara itu, aktivitas di pasar reguler mendominasi jalannya kepanikan hari ini dengan catatan nilai transaksi bersih mencapai Rp22,21 triliun.
Para analis menilai amblesnya IHSG di atas tiga persen menjelang penutupan pasar ini menjadi sinyal kuat terjadinya panic selling di kalangan investor.
Kejatuhan yang sangat dalam ini otomatis memaksa para pelaku pasar untuk bersiap merancang ulang strategi portofolio investasi mereka esok hari.***



Tinggalkan Balasan