JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam pada awal perdagangan Jumat (22/5/2026). IHSG bahkan jatuh meninggalkan level psikologis 6.000 akibat aksi jual yang terjadi di hampir seluruh sektor saham.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG tercatat melemah 1,87 persen ke posisi 5.980,85 pada pukul 09.02 WIB.
Pelemahan IHSG dipicu koreksi serentak pada mayoritas indeks sektoral. Sejumlah sektor yang mengalami penurunan paling dalam antara lain sektor energi, transportasi, infrastruktur, barang baku, barang konsumer primer, teknologi, hingga perindustrian.
Tekanan besar di berbagai sektor tersebut membuat pergerakan IHSG terus berada di zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia juga terpantau cukup tinggi. Volume perdagangan saham mencapai 1,99 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp940 miliar.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 473 saham mengalami penurunan harga, 74 saham menguat, dan 129 saham bergerak stagnan.
Sebelumnya, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih atau net buy jumbo senilai Rp11,42 triliun di tengah pelemahan IHSG. Kondisi ini membuat pelaku pasar turut mencermati saham-saham yang banyak diborong investor asing saat pasar mengalami tekanan.***



Tinggalkan Balasan