JAKARTA – Gelombang aksi jual massal melanda pasar modal Indonesia hingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok parah.
Pada sesi perdagangan awal pekan, Senin (18/5/2026), IHSG hancur lebur dan mendarat darurat ke zona merah di level 6.440.
Pasar langsung merespons negatif sejak bel pembukaan perdagangan dimulai, di mana indeks langsung dibuka melemah pada angka 6.628.
Sentimen buruk global memicu kepanikan luar biasa (panic selling) baik dari kelompok investor institusi maupun ritel di bursa.
Berdasarkan data pantauan pasar, investor asing tercatat menarik dana keluar (outflow) dari lantai bursa secara masif hari ini.
Otoritas bursa mengonfirmasi bahwa penanam modal asing telah mencabut investasi mereka dengan nilai total mencapai Rp5,87 triliun.
Kondisi tersebut diperparah oleh aksi kabur investor domestik yang ikut melepas kepemilikan aset saham mereka dalam jumlah fantastis.
Kelompok investor domestik membukukan nilai penjualan bersih (net sell) yang jauh lebih besar, yakni menyentuh Rp8,29 triliun.
Total kombinasi pelarian modal asing dan domestik yang menembus Rp14 triliun ini seketika meruntuhkan pertahanan kokoh sektor finansial.
Analis menilai jebolnya IHSG hingga 4 persen ini menjadi alarm keras bagi pergerakan instrumen investasi nasional ke depan.***



Tinggalkan Balasan