Hancurkan Kevakuman Panjang, Pelajar NU Desa Cikalong Bangkit Bentuk Pengurus Ranting IPNU-IPPNU

 

BANDUNG BARAT – Generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung Barat, sukses mengukir sejarah baru setelah vakum bertahun-tahun.

Semangat juang kaum pelajar Nahdliyin kini resmi berkobar kembali melalui pembentukan Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Desa Cikalong.

Para pengurus menggelar musyawarah akbar tersebut di Majelis Sabilu Taubah pimpinan Ustadz Farid Hamdani, Minggu (17/5/2026).

Agenda bersejarah ini menjadi momentum krusial bagi para pelajar dan santri setempat untuk memiliki wadah pengabdian resmi di bawah NU.

Baca Juga:  Belanja Infrastruktur Jabar Tembus Rp1 Triliun, Sektor UMKM dan Ekonomi Kerakyatan Masih ‘Kurang Gizi’

Ratusan tokoh masyarakat, jajaran fungsionaris NU, para asatidz, hingga perwakilan pemuda dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi acara.

Kehadiran organisasi ini sekaligus menjawab kerinduan mendalam para senior yang rindu melihat pergerakan aktif benteng pemuda NU di desa.

Berdasarkan catatan sejarah, kepengurusan IPNU dan IPPNU dahulu pernah tumbuh subur dan menjadi garda terdepan kaderisasi di Cikalong.

Namun seiring bergulirnya waktu, roda organisasi sempat meredup total hingga membuat generasi muda kehilangan arah serta identitas keislaman mereka.

Baca Juga:  Djoko Gunadi Terpilih Pimpin KONI Subang

“Ini bukan hanya membentuk kepengurusan baru, tetapi melanjutkan sejarah dan perjuangan para senior terdahulu. Jangan sampai pelajar NU kehilangan arah dan kehilangan wadah perjuangannya,” ujar salah satu tokoh NU.

Dewan Mustasyar NU Cikalong Wetan, Ustadz Nanang Warkim yang akrab disapa Amang, ikut memberikan wejangan ideologis yang membakar semangat.

Amang menuntut komitmen tinggi dan melarang keras adanya kader yang memanfaatkan organisasi untuk mencari keuntungan pribadi atau materi.

“Berhidmah di NU itu harus loyalitas, jangan perhitungan. Kalau terus menghitung untung rugi, maka perjuangan tidak akan berjalan. NU ini besar karena orang-orang ikhlas yang mau berjuang tanpa pamrih,” tegas Amang.

Baca Juga:  Pemuda Asal Pangandaran Tekuni Budidaya Maggot, Dorong Solusi Limbah Sisa Makanan Program MBG

Segenap peserta menyambut doktrin keikhlasan tersebut dengan antusiasme tinggi demi menjaga marwah organisasi di tingkat akar rumput.

Manajemen IPNU-IPPNU terpilih kini mengemban tugas berat untuk membentengi tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah dari pengaruh paham radikal.

Otoritas kecamatan berharap kehadiran rantai kepengurusan baru ini mampu melahirkan agen perubahan positif yang berdampak nyata bagi warga desa.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran