Fatayat NU Garut Nobar Ibadah & Cinta, Kenang Jejak Margaret

|

GUGAH – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kabupaten Garut mengajak pengurus dan sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU menyaksikan film Ibadah & Cinta melalui agenda nonton bareng di Ciplaz Garut XXI, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut tidak hanya menjadi hiburan bersama, tetapi juga ruang mempererat hubungan antarkader sekaligus menghadirkan refleksi tentang cinta, keluarga, keimanan, kehilangan, dan keikhlasan.

Bagi keluarga besar Fatayat NU, film Ibadah & Cinta memiliki dimensi emosional tersendiri karena melibatkan sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan organisasi.

 

Film yang disutradarai Jastis Arimba dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia sejak 24 September 2026 itu juga mencatat nama Anggia Erma Rini dan almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah dalam jajaran pemain.

Momentum tersebut menjadi semakin bermakna ketika kader Fatayat NU menyaksikan kembali sosok almarhumah Margaret melalui layar bioskop.

Margaret merupakan Ketua Umum PP Fatayat NU sekaligus Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang wafat di RS Fatmawati, Jakarta, pada 1 Maret 2026 pukul 08.25 WIB.

Baca Juga:  Bendera Raksasa Berkibar di Gunung Sembung, Warga Titipkan Pesan Pelestarian Alam dan Aspirasi Wisata

Jejak pengabdiannya membuat kehadiran Margaret dalam film tidak berhenti sebagai catatan pemeranan semata.

Bagi kader Fatayat NU Garut, kemunculan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang sosok yang selama masa khidmatnya banyak berkaitan dengan isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta penguatan peran kader perempuan Nahdlatul Ulama.

Selain Margaret, film tersebut juga menghadirkan Anggia Erma Rini yang sebelumnya memimpin PP Fatayat NU pada periode 2015–2022.

Keterlibatan dua figur dari perjalanan kepemimpinan Fatayat NU itu memberikan konteks tersendiri bagi kader yang mengikuti nobar, terutama ketika organisasi terus berupaya menghubungkan pengalaman generasi sebelumnya dengan dinamika kader masa kini.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Garut masa khidmah 2025–2030, Sahabat Hj. Ernawati Siti Syaja’ah, mengatakan nobar tersebut dirancang sebagai ruang kebersamaan yang tidak berhenti pada aktivitas menonton.

Menurutnya, film dapat menjadi medium untuk menyampaikan pesan sekaligus membuka ruang refleksi bagi kader mengenai keluarga, kehidupan sosial, keimanan, dan nilai pengabdian.

“Nonton bareng ini bukan hanya tentang menikmati sebuah film. Ada nilai silaturahmi, pembelajaran, dan refleksi yang ingin kami bangun bersama sahabat-sahabat Fatayat,” ujar Ernawati.

Baca Juga:  Kunjungi Pelatihan Barista di Paskopi, Disnakertrans Bidik Peserta Langsung Kerja

Ia menilai kehadiran Anggia dan almarhumah Margaret dalam film membuat kegiatan tersebut memiliki makna khusus bagi keluarga besar Fatayat NU.

Bagi Ernawati, karya seni juga dapat menjadi salah satu ruang untuk mengenalkan nilai perjuangan, keteladanan, dan pengalaman tokoh organisasi kepada generasi kader berikutnya.

Film Ibadah & Cinta sendiri membawa cerita drama keluarga bernuansa religi dengan latar pertemuan dua tokoh dari lingkungan kehidupan yang berbeda.

Sejumlah sumber terkait film menyebut cerita tersebut mengangkat persoalan cinta, keluarga, kehilangan, serta proses memahami dan mengikhlaskan, sehingga tidak semata bertumpu pada kisah romantis.

Bagi Fatayat NU Garut, pesan tersebut kemudian bertemu dengan pengalaman organisasi yang mereka jalani sehari-hari. Silaturahmi antarpengurus PC dan PAC menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi kader sekaligus menciptakan ruang kegiatan yang lebih dekat dengan perkembangan sosial dan budaya generasi muda.

Kegiatan nobar juga memperlihatkan bagaimana aktivitas organisasi dapat dikembangkan melalui medium yang beragam.

Tidak selalu berbentuk rapat atau forum formal, perjumpaan kader dapat berlangsung melalui ruang budaya dan karya kreatif selama tetap diarahkan pada penguatan nilai, kebersamaan, serta manfaat sosial.

Baca Juga:  Adu Angka di Muktamar NU: Gus Hasib dan Gus Ipul Kaitkan Angka Muktamar dengan Prabowo

Di tengah suasana bioskop, layar film menghadirkan kembali sosok yang telah berpulang. Bagi kader Fatayat NU, momen itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu berhenti ketika seseorang meninggalkan jabatan atau bahkan ketika telah tiada, karena gagasan dan keteladanan dapat terus dikenang oleh mereka yang pernah berjalan bersama.

PC Fatayat NU Kabupaten Garut berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara PC dan PAC sekaligus membuka ruang aktivitas yang edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kehidupan kader.

Semangat itu diharapkan terus berkembang melalui kegiatan organisasi yang memadukan silaturahmi, pembelajaran, kebudayaan, dan penguatan nilai-nilai ke-NU-an.

Nobar Ibadah & Cinta akhirnya tidak sekadar menjadi agenda menonton film bersama. Di Garut, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan kader sekaligus momentum mengenang perjalanan almarhumah Margaret Aliyatul Maimunah dan meneruskan semangat khidmat melalui cara yang lebih dekat dengan kehidupan generasi hari ini.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran