Dede Sumarsah Tegaskan Komitmen Menjaga Ruh Organisasi melalui Gerakan Amtsilati

|

GUGAH – Menjaga ruh organisasi tidak cukup hanya dengan mempertahankan struktur dan menjalankan agenda kelembagaan. Lebih dari itu, organisasi harus mampu merawat tradisi keilmuan, nilai-nilai keislaman, kaderisasi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan Dede Sumarsah melalui dukungannya terhadap gerakan Amtsilati, sebuah metode praktis untuk mempercepat pembelajaran membaca tulisan arab gundul yang diinisiasi oleh PC MDS Rijalul Ansor Kabupaten Bandung.

Menurut Dede Sumarsah, gerakan Amtsilati memiliki nilai strategis dalam membangun tradisi keilmuan di kalangan kader dan generasi muda. Penguatan kemampuan dasar bahasa Arab diharapkan dapat menjadi pintu bagi generasi muda untuk semakin dekat dengan khazanah keilmuan Islam.

Baca Juga:  LBH GP Ansor Bekasi Raya Gandeng DPC Peradi Cikarang, Gelar Diklat Paralegal bagi Kader

“Menjaga ruh organisasi berarti menjaga nilai, tradisi keilmuan, dan semangat pengabdian yang menjadi fondasi organisasi. Karena itu, gerakan Amtsilati yang diinisiasi PC MDS Rijalul Ansor Kabupaten Bandung perlu kita dukung dan kembangkan bersama,” ujar Dede Sumarsah.

Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut jangan dipandang sebatas program pembelajaran, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar membangun kultur organisasi yang berakar pada ilmu, dzikir, akhlak, dan pengabdian.

Dede juga menilai bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Karena itu, organisasi kepemudaan dan keagamaan memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang pembinaan yang mampu memperkuat karakter sekaligus kapasitas intelektual kader.

Baca Juga:  Pesan Ketua PCNU Ciamis, Muktamar NU Bukan Sekadar Memilih Ketua

“Kader yang kuat bukan hanya kader yang aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu, akhlak, dan kepedulian terhadap masyarakat. Amtsilati dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat fondasi tersebut,” tambahnya.

Gerakan Amtsilati yang diinisiasi PC MDS Rijalul Ansor Kabupaten Bandung diharapkan dapat terus diperluas melalui sinergi dengan pesantren, madrasah, majelis, lembaga pendidikan, serta komunitas kepemudaan di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Rijalul Ansor Indramayu Perkuat Ketahanan Spiritual Kader

Bagi Dede Sumarsah, keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada kemampuan kader dalam merawat nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu sekaligus menerjemahkannya sesuai dengan kebutuhan zaman.

Karena itu, menjaga ruh organisasi melalui gerakan keilmuan menjadi bagian penting dari proses kaderisasi. Ilmu menjadi fondasi, akhlak menjadi karakter, dan pengabdian menjadi orientasi.

“Kita ingin gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan belajar, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun tradisi keilmuan dan mencetak kader yang berilmu, berakhlak, cinta organisasi, serta hadir memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkas Dede Sumarsah.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran