gugah.co – Perhelatan Musda XI DPD Golkar Purwakarta telah berhasil digelar. Sebagaimana diketahui, Dias Rukmana Praja terpilih dengan suara bulat alias aklamasi. Perolehan 16 suara Pimpinan Kecamatan dan Hasta Karya membuat Wakil Ketua DPRD itu melenggang sebagai pemenang.
Selanjutnya, menarik untuk dicermati, kini Dias harus menyiapkan suksesornya sendiri di posisi Sekretaris DPD Partai Golkar Purwakarta. Posisi strategis itu disinyalir sedang menjadi rebutan kader DPD Golkar Purwakarta.
Menanggapi hal tersebut, Vice President Central and Strategic Communication, Ridwan Hidayat memberikan analisisnya. Menurut dia, terdapat beberapa nama yang digadang-gadang akan menjadi co-pilot bagi Ketua DPD Golkar Purwakarta.
“Kita tidak bisa menghapus nama Ahmad Sanusi alias Haji Amor dalam kandidasi posisi Sekretaris. Pengalaman ‘raja pileg’ itu tidak bisa dikesampingkan” katanya melalui pernyataan tertulis pada Selasa (3/10/2026).
Untuk diketahui, Haji Amor pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta periode 2019-2024. Selain itu, Anggota DPRD daerah pemilihan II itu pun pernah menjabat Sekretaris DPD Golkar Purwakarta pada Tahun 2022.
Nama kedua yang disebut oleh Ridwan dalam rilisnya adalah John Kamal. Menurut dia, Sekretaris Komisi IV itu merupakan sosok vokal dalam isu strategis di DPRD Kabupaten Purwakarta. Sehingga, jabatan Sekretaris dapat memperkuat posisi tawar penguasa dapil III itu ketika menggulirkan program.
“Apalagi John Kamal adalah Ketua PSSI Kabupaten Purwakarta. Kita bisa membayangkan ada kekuatan eksternal yang solid memback up Partai Golkar. Sumber simpatisan dan ceruk suara yang setia,” katanya.
Ridwan pun meminta semua pihak untuk tidak mengabaikan nama Haji Elan Sofyan. Menurut dia, kepiawaiannya mengelola Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM tidak bisa diragukan lagi.
“Ketua Komisi III DPRD Purwakarta sekaligus ‘mbahnya’ LSM di Purwakarta. Beliau juga tokoh Aliansi Kian Santang. Kinerjanya terkait pengendalian massa sangat efektif. Ini penting untuk menambah suara Partai Golkar yang sedang menargetkan penambahan kursi di Pileg 2029,” katanya.
Sang Kuda Hitam
Sebagai pengamat atmosfer sosial politik Purwakarta, Ridwan menilai akan ada sosok ‘kuda hitam’. Dia menyebut Asep “Fapet” Kurniawan tidak bisa dinegasikan dari perebutan posisi Sekretaris DPD Golkar Purwakarta.
“Ketua OC Musda XI DPD Golkar harus dimasukan ke dalam list pilihan Ketua DPD baru untuk posisi Sekretaris. Kinerjanya mengelola Musda itu sangat luar biasa. Ditambah, Fapet adalah Sekretaris Pemuda Pancasila. Dia punya pengalaman,” ujarnya.
Terakhir, Ridwan menilai Golkar Purwakarta sudah menyuguhkan dinamika yang terkelola kepada seluruh masyarakat. Bagi dia, hal itu merupakan modal dasar untuk konsolidasi organisasi.
“Ada dinamika tapi berhasil aklamasi. Itu sebenarnya pendidikan politik, bahwa setiap perbedaan harus melahirkan kesimpulan positif bagi masyarakat,” katanya.*





Tinggalkan Balasan