GUGAH – Kabut asap yang dipicu Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak hanya menghadirkan ancaman lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Di tengah situasi tersebut, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang bergerak dari pemadaman api hingga layanan kemanusiaan bagi warga terdampak.
Satgas tersebut dipimpin Kasatkorwil Banser Kalimantan Tengah M. Ariton Kholiq, didampingi Fathan Asy’ari sebagai sekretaris dan Fahrizal sebagai bendahara. Pembentukan satgas menjadi langkah organisasi untuk memperkuat keterlibatan kader dalam penanganan bencana yang setiap tahun mengancam Kalimantan Tengah.
Ketua GP Ansor Kalimantan Tengah Arjoni mengatakan seluruh jajaran organisasi, mulai tingkat cabang hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC), telah diinstruksikan terlibat dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla.
“Satgas ini kita bentuk untuk membantu penanganan Karhutla di Kalteng. Selain itu, kita juga telah menginstruksikan seluruh pimpinan cabang hingga PAC untuk terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kalteng,” ujarnya.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Siaga Karhutla di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah yang melibatkan sekitar 500 personel, terdiri atas 300 anggota Banser dan 200 kader Ansor. Apel dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran selaku Ketua Dewan Penasihat GP Ansor Kalteng, serta dihadiri Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin bersama unsur Forkopimda.
Namun, gerakan Ansor tidak berhenti pada kesiapsiagaan menghadapi titik api. Organisasi itu juga mengalihkan fokus pada dampak yang dirasakan masyarakat akibat kabut asap.
Melalui kolaborasi dengan PT Kalbe Consumer Health, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, dan PMII Palangka Raya, ribuan masker serta vitamin disalurkan kepada masyarakat melalui jaringan pengurus cabang maupun pembagian langsung di lapangan.
Ansor juga membuka dua Rumah Oksigen Gratis bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta LazisNU Kota Palangka Raya. Fasilitas tersebut berada di Jalan Nagasari Km 11 Tjilik Riwut dan Kantor Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Di sisi lain, Banser dari Satuan Khusus Bagana dan Balakar diterjunkan setiap hari membantu pemadaman di sejumlah lokasi karhutla.
“Banser dari Satsus Bagana dan Balakar melakukan pemadaman tiap hari. Personel kita siagakan 15 orang per hari dengan sistem bergantian,” katanya.
Dampak musim kemarau yang berkepanjangan juga memunculkan persoalan baru berupa keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah. Menyikapi kondisi tersebut, GP Ansor Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah pondok pesantren yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.
Selain itu, layanan kesehatan gratis juga digelar bekerja sama dengan PKBI Kalimantan Tengah untuk memberikan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Kita juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan PKBI Kalteng. Alhamdulillah sudah dua kali terlaksana,” ujarnya.
Langkah GP Ansor Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Dampak bencana terhadap kesehatan, kualitas udara, hingga ketersediaan air bersih membutuhkan respons yang lebih luas agar masyarakat tetap terlindungi selama musim kemarau.
Dengan melibatkan jaringan organisasi hingga tingkat akar rumput, Satgas Karhutla diharapkan tidak hanya memperkuat respons saat kebakaran terjadi, tetapi juga mendorong upaya pencegahan sehingga ancaman karhutla yang berulang setiap tahun di Kalimantan Tengah dapat ditekan.***





Tinggalkan Balasan