GUGAH – Tim sepak bola U-21 Kecamatan Jatinangor tak ingin sekadar menjadi peserta dalam Turnamen Sepak Bola Antar-Kecamatan Piala Dony–Joshua. Mereka datang dengan target yang lebih tegas: membawa pulang trofi juara.
Tekad itu ditegaskan saat skuad U-21 Jatinangor resmi dilepas di pelataran Kantor Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Kamis (21/8/2026). Pelepasan disertai doa bersama sebagai bentuk dukungan sekaligus ikhtiar sebelum para pemain muda itu turun ke lapangan.
Yang membuat momen tersebut berbeda, hadirnya pemain Persib Bandung sekaligus putra asli Jatinangor, Dedi Kusnandar. Kehadiran Dedi bukan sekadar seremoni. Ia datang membawa pesan kepada para pemain muda yang tengah membawa nama daerahnya.
“Tetap semangat, berikan yang terbaik untuk daerah, dan yang terpenting adalah selalu menjaga sportivitas serta fair play di setiap pertandingan,” kata Dedi Kusnandar.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ambisi meraih gelar tidak boleh menghilangkan nilai dasar dalam olahraga: kerja keras, kekompakan, dan sportivitas.
Di sisi lain, Manajer Tim U-21 Jatinangor, Hervy Fauzi Azhari, memastikan timnya memiliki target yang jelas sejak awal turnamen.
“Target kami jelas, yaitu membawa Tim U-21 Jatinangor menjadi juara dalam gelaran Turnamen Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Dony–Joshua. Kami ingin para pemain tampil maksimal, bekerja keras, menjaga kekompakan, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Hervy.
Bagi Jatinangor, turnamen ini juga menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki talenta sepak bola muda yang layak diperhitungkan.
Dukungan Forkopimcam Jatinangor dan masyarakat diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk menghadapi persaingan antarkecamatan.
Sebelum berangkat ke medan pertandingan, seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan tamu undangan mengikuti doa bersama. Ikhtiar tersebut diarahkan untuk memohon keselamatan, kesehatan, kelancaran, sekaligus hasil terbaik selama turnamen.
Dengan membawa semangat “Jatinangor Memanggil”, tim U-21 Jatinangor kini menghadapi tantangan yang lebih nyata: membuktikan target juara di lapangan, bukan sekadar dalam pernyataan.***



Tinggalkan Balasan