Wildan Fathurrahman: Jangan Biarkan Stigma Merampas Kemerdekaan Orang dengan HIV

|

GUGAH – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, S.Kep., Ns., M.H., mengajak masyarakat memaknai HUT ke-81 Republik Indonesia dengan memperkuat kepedulian terhadap sesama, termasuk membangun lingkungan yang bebas dari stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS.

Pesan tersebut disampaikan Wildan saat menjadi pengisi materi dalam Tasyakuran Kemerdekaan KPA Kota Bekasi bertema “Merdeka Tanpa Stigma, Rahmat untuk Sesama”, Rabu (19/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wildan mengapresiasi KPA Kota Bekasi beserta pengurus, komunitas, dan berbagai pihak yang selama ini konsisten menjalankan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat.

“KPA hari ini menunjukkan bahwa dengan segala keterbatasan, termasuk keterbatasan anggaran, ternyata masih mampu menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Ini patut kita apresiasi dan kita dukung bersama,” ujar Wildan.

Baca Juga:  Sang Reserse Ulung Pimpin Polres Metro Bekasi Kota, Ini Rekam Jejak Kombes Pol Putu Kholis

Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan sosial. Masih adanya stigma, rasa takut, diskriminasi, hingga perlakuan yang membuat seseorang merasa tidak berharga dinilai sebagai persoalan yang perlu dilawan bersama.

“Jangan sampai di tengah Indonesia yang sudah merdeka, masih ada saudara-saudara kita yang belum merasa merdeka secara sosial. Ada yang masih dibayangi rasa malu, ketakutan, stigma, bahkan merasa dirinya tidak berguna. Ini yang harus kita lawan bersama,” tegasnya.

Baca Juga:  Polri Kembangkan Analisis Pengaduan Kontinjensi Berbasis AI untuk Perkuat Respons Keamanan

Wildan menilai edukasi menjadi salah satu kunci untuk mengurangi stigma terhadap HIV/AIDS. Menurutnya, pemahaman yang keliru mengenai HIV dapat melahirkan ketakutan, sementara ketakutan berpotensi berkembang menjadi diskriminasi.

“Ketidaktahuan dapat melahirkan ketakutan. Ketakutan dapat melahirkan stigma. Karena itu, cara yang paling efektif untuk melawan stigma adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman yang benar kepada masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia mendorong KPA Kota Bekasi untuk terus memperluas jejaring hingga ke tingkat masyarakat dan komunitas. Menurutnya, akses terhadap informasi yang benar harus semakin mudah agar masyarakat tidak memperoleh pemahaman yang keliru mengenai HIV/AIDS.

Baca Juga:  PC IPNU Tasikmalaya Tegaskan Peran Generasi Muda dalam Deklarasi Jaga Rawat Jawa Barat

“Kalau pusat informasi terlalu jauh, masyarakat akan kesulitan mendapatkan informasi. Karena itu, jaringan KPA harus semakin diperkuat agar masyarakat bisa memperoleh informasi yang benar dan cepat,” ujarnya.

Wildan juga menegaskan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang harus dihormati. Ia berharap semangat “Merdeka Tanpa Stigma” tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama antara pemerintah, KPA, DPRD, komunitas, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, kemerdekaan harus memberikan ruang bagi setiap orang untuk memperbaiki diri, memperoleh informasi yang benar, serta menjalani kehidupan secara bermartabat tanpa diskriminasi. ***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran