GUGAH – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-DIY menyatakan sikap tegas menolak praktik politik uang dalam seluruh rangkaian forum permusyawaratan tertinggi organisasi.
Sikap tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama yang digelar di Yogyakarta, Jumat (20/2/2026). Para pengurus dari unsur syuriyah dan tanfidziyah menyatukan suara untuk menjaga muruah, integritas, serta keikhlasan dalam proses Muktamar NU ke-35.
Bukan Sekadar Pernyataan
Bagi PWNU dan PCNU se-DIY, penolakan terhadap politik uang bukan sekadar persoalan teknis penyelenggaraan Muktamar. Lebih jauh, praktik transaksional dinilai berpotensi menggeser orientasi jam’iyyah dari pengabdian menuju kepentingan pragmatis.
Jika dibiarkan, politik uang bukan hanya memengaruhi proses pengambilan keputusan. Praktik tersebut juga berisiko menggerus kepercayaan warga NU terhadap institusi organisasi dan mencederai nilai yang diwariskan para muassis Nahdlatul Ulama.
Karena itu, seruan dari Yogyakarta tersebut ditempatkan sebagai upaya menjaga ruang musyawarah NU agar tetap menjadi arena adu gagasan, tanggung jawab, dan pengabdian—bukan transaksi kepentingan.
Mengawal Muktamar Tetap Bermartabat
Deklarasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas sebuah Muktamar tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih dalam kepemimpinan organisasi, tetapi juga oleh bagaimana proses menuju keputusan itu berlangsung.
PWNU dan PCNU se-DIY berharap semangat tersebut menjadi komitmen bersama seluruh struktur dan peserta Muktamar NU ke-35.
Seruan “Tolak Politik Uang!” yang menggema di akhir deklarasi menjadi pesan utama dari Yogyakarta: menjaga marwah jam’iyyah merupakan tanggung jawab bersama.
Bagi mereka, Muktamar bukan sekadar momentum pergantian kepemimpinan. Ia adalah ruang untuk memastikan NU tetap berdiri di atas nilai, amanah, dan tradisi pengabdian yang menjadi fondasi perjalanan jam’iyyah.
Berikut ini pernyataan sikap secara lengkap dari PWNU dan PCNU se-DIY:
Bismillahirrahmanirrahim. Pernyataan sikap Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Daerah Istimewa Yogyakarta tentang penolakan politik uang pada Muktamar NU ke-35 tahun 2026.
Bismillahirrahmanirrahim.
Dalam menghadapi Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, PWNU DIY bersama PCNU se-DIY menyatakan sikap:
- Menolak dengan tegas segala bentuk politik uang.
- Menyerukan kepada seluruh peserta agar tidak menerima, meminta, ataupun memperjualbelikan dukungan dalam bentuk apa pun.
- Menyerukan kepada seluruh calon dan tim pendukungnya untuk tidak melakukan praktik politik uang, baik secara langsung maupun melalui perantara atau dalam bentuk transaksi terselubung.
- Mengajak seluruh peserta menjadikan integritas, moralitas, kapasitas kepemimpinan, keilmuan, keteladanan, rekam jejak khidmah, dan komitmen terhadap kemaslahatan umat sebagai dasar utama dalam menentukan pilihan.
- Menyerukan agar seluruh proses Muktamar berlangsung dalam suasana ukhuwah, musyawarah, adab, dan kejujuran.
- Menyerukan kepada seluruh peserta Muktamar untuk menjaga independensi organisasi dan menolak intervensi pihak luar.
Demikian pernyataan sikap PWNU dan PCNU se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merestui dan menjaga proses Muktamar NU ke-35 agar tetap bersih, bermartabat, demokratis, dan berkeadaban.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
gugah.co | Menggerakkan Perubahan



Tinggalkan Balasan