TUNIS – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis menggelar diskusi buku bertajuk “Jakarta: Jantung Kota Indonesia yang Selalu Menyala” karya jurnalis senior Tunisia, Muhammad Mathri Shumayda, dalam ajang Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 di El Kram, Tunis, Jumat (2/5/2026) kemarin.
Kegiatan ini menghadirkan Zuhairi Misrawi, penulis buku Muhammad Mathri Shumayda, serta kreator konten Tunisia, Mehdi Mouelhi sebagai narasumber. Partisipasi ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam pameran buku internasional tersebut.
Dalam pemaparannya, Duta Besar Zuhairi Misrawi menekankan bahwa Jakarta merupakan representasi penting wajah Indonesia, yang memadukan sejarah panjang dengan perkembangan modern yang dinamis.
“Jakarta adalah kota di mana historisitas dan modernitas menyatu. Dengan sejarah hampir lima abad, Jakarta menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia, termasuk sebagai kota bersejarah dalam momentum proklamasi. Kini, Jakarta juga tampil sebagai simbol modernitas dengan pertumbuhan ekonomi yang besar dan menjanjikan,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan Jakarta tidak hanya ditandai oleh kemajuan ekonomi, tetapi juga oleh upaya menghadirkan kota yang lebih manusiawi melalui pembangunan berbagai fasilitas publik.
“Kami bangga melihat Jakarta terus berkembang menjadi kota yang memanusiakan manusia, dengan semakin banyaknya ruang publik, perpustakaan, transportasi publik, serta infrastruktur yang berpihak pada kepentingan warga,” tambahnya.
Sementara itu, penulis buku, Muhammad Mathri Shumayda, mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap Jakarta. Ia menilai ibu kota Indonesia tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga memiliki karakter masyarakat yang hangat dan terbuka.
“Jakarta adalah kota yang besar dan megah, namun yang paling berkesan adalah keramahan warganya. Itu yang membuat kota ini terasa hidup,” tuturnya.
Diskusi buku ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia di Tunisia, sekaligus memperkenalkan wajah Jakarta sebagai kota global yang terus tumbuh dan penuh dinamika. Melalui pendekatan literasi, Indonesia memperkuat hubungan bilateral dengan Tunisia serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.***



Tinggalkan Balasan