Tiga Kali Gagal, Riyan Haqi Khoerul Anwar Raih Beasiswa LPDP BIB Kemenag RI 2026

|

GUGAH — Tidak setiap pintu terbuka pada ketukan pertama. Ada yang baru menganga setelah kesabaran diuji berkali-kali, ketika ikhtiar telah ditempa oleh waktu dan kegagalan menjelma guru paling setia. Di ruang sunyi itulah, mimpi sering kali menemukan maknanya.

Perjalanan itu kini menjadi bagian dari kisah hidup Riyan Haqi Khoerul Anwar, kader muda Nahdlatul Ulama asal Kabupaten Purwakarta yang akhirnya dinyatakan sebagai penerima Beasiswa LPDP–Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026.

Jalan yang ditempuhnya tidak dibentangkan dengan hamparan kemudahan. Sejak 2023, Riyan berulang kali mengetuk kesempatan yang sama. Ketukan pertama terhenti di meja administrasi. Setahun berselang, ia berhasil melewati gerbang awal, tetapi langkahnya kembali tertahan pada Tes Bakat Skolastik. Tahun 2025 menghadirkan ujian yang serupa. Dua kali ia berdiri di ambang harapan, dua kali pula harus menerima kenyataan bahwa waktunya belum tiba.

Baca Juga:  Akses Pendidikan Tinggi bagi Warga Kurang Mampu, Pemkab Tangerang Buka Pendaftaran Beasiswa Tangerang Gemilang 2026

Namun, sebagian orang memilih berhenti ketika gagal. Sebagian lainnya memilih menjadikan kegagalan sebagai batu pijakan. Riyan berada pada pilihan yang kedua.

Memasuki seleksi 2026, ia kembali menyiapkan diri dengan kesungguhan yang lebih utuh. Kemampuan diasah, ikhtiar diperbaiki, doa dipanjatkan tanpa jeda. Hingga akhirnya, penantian panjang itu berlabuh pada kabar yang selama ini diperjuangkan: ia dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa LPDP BIB Kementerian Agama RI.

Mantan Ketua IPNU Kabupaten Purwakarta periode 2019 itu menetapkan tiga kampus Islam negeri sebagai tujuan studinya, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pilihan tersebut menjadi penanda bahwa baginya, ilmu bukan sekadar jenjang akademik, melainkan jalan panjang untuk menghadirkan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Baca Juga:  Lima WNI Disandera Israel, Empat Relawan Indonesia Masih Berlayar Bersama GSF

Di balik pencapaian itu, Riyan tidak menempatkan dirinya sebagai satu-satunya aktor dalam cerita perjuangannya. Ia percaya setiap langkah yang sampai hari ini ditempuh adalah hasil pertemuan antara ikhtiar manusia dan pertolongan Tuhan, yang diiringi doa orang tua, keluarga, guru, sahabat, serta orang-orang yang tak pernah lelah menguatkannya.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup panjang sejak tahun 2023, akhirnya pada tahun 2026 Allah SWT memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi penerima Beasiswa LPDP BIB Kementerian Agama Republik Indonesia. Saya meyakini bahwa setiap proses memiliki waktunya masing-masing. Tugas kita adalah terus berikhtiar, memperbaiki diri, dan tidak menyerah ketika menghadapi kegagalan,” tutur Riyan, dalam keterangannya kepada Gugah.co, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga:  Usai Musim Haji 2026, KPK Segera Limpahkan Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut ke Pengadilan

Baginya, keberhasilan hari ini bukan sekadar jawaban atas sebuah seleksi, melainkan penegasan bahwa harapan tidak pernah benar-benar gugur selama seseorang masih bersedia menanam ikhtiar.

Kisah Riyan menyampaikan satu pelajaran yang kerap terlupakan di tengah zaman yang serba cepat: tidak semua mimpi tumbuh dalam satu musim. Ada cita-cita yang memerlukan hujan kesabaran, panasnya perjuangan, dan musim-musim kegagalan sebelum akhirnya berbunga pada waktu yang telah digariskan.

Sebab, pada akhirnya, takdir bukan selalu tentang siapa yang paling cepat sampai. Takdir lebih sering berpihak kepada mereka yang memilih tetap berjalan, bahkan ketika jalan itu berkali-kali mengajarkan arti kehilangan, penantian, dan keteguhan.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran