Bandung Tancap Gas Bangun Budaya Baca

|

GUGAH – Pemerintah Kota Bandung mulai menggenjot penguatan budaya literasi dengan meluncurkan platform digital Maca sekaligus menargetkan pembangunan 1.000 titik baca berbasis QR Code dalam tiga tahun ke depan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Bandung untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan digital.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui kegiatan literasi selama ini masih banyak berkutat pada acara seremonial. Karena itu, Pemkot akan mengubah pendekatan dengan menghadirkan program yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Ke depan kegiatan-kegiatan program literasi akan semakin kita tingkatkan. Perpustakaan akan kita aktifkan semua. Minggu depan bahkan kita mulai program Big Bad Wolf bersama Disarpus. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat,” ujar Farhan usai menghadiri Festival Literasi Kota Bandung 2026 bertajuk Membaca Bandung, Menulis Masa Depan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga:  Duel Klasik di Segiri: Adu Tajam Lini Depan Persija Kontra Dominasi Kolektif Persib

Farhan juga memastikan keberadaan Mini Library akan dioptimalkan sebagai ruang literasi yang dikelola komunitas. Pemerintah, kata dia, siap mendukung berbagai aktivitas yang digagas masyarakat.

“Mini Library sekarang lebih diarahkan ke komunitas. Silakan komunitas membuat kegiatan apa pun, nanti akan kita dukung semampu kita,” katanya.

Selain memperkuat fasilitas di dalam kota, Pemkot Bandung juga tengah menjajaki kerja sama dengan Perpustakaan Nasional untuk menghadirkan program kunjungan belajar bagi pelajar ke Perpustakaan Nasional di Jakarta.

“Salah satu program yang sedang saya bicarakan dengan Kepala Perpustakaan Nasional adalah study tour anak-anak sekolah di Kota Bandung ke Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan maupun di Salemba. Fasilitasnya sangat bagus dan diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap dunia membaca,” tambah Farhan.

Baca Juga:  Bagja Wibawa: Pancasila Harus Jadi Kompas Moral Bangsa di Era Kecerdasan Buatan

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kaniasari, memperkenalkan platform literasi digital Maca, hasil kolaborasi Pemkot Bandung, PT Aksara Maya, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Platform tersebut mengintegrasikan layanan perpustakaan digital dengan teknologi blockchain. Melalui pemindaian QR Code, masyarakat dapat mengakses koleksi buku digital kapan saja dan di mana saja.

“Kita punya QR Code yang bisa dipindai di mana pun dan kapan pun. Target tahun ini ada di 100 titik ruang publik. Setiap tahun akan terus dikembangkan, baik penambahan koleksi buku maupun titik layanannya,” ujar Kenny.

Baca Juga:  Rumah Seorang Lansia di Bandung jadi Target Pencurian hingga Kekerasan

Pada tahap awal, sebanyak 100 titik akses Maca akan dipasang di berbagai ruang publik, mulai dari puskesmas, posyandu, rumah sakit, pusat perbelanjaan, kafe, hingga fasilitas umum lainnya.

Disarpus menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 1.000 titik baca digital dalam tiga tahun mendatang. Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan inovasi Titik Baca berbasis QR Code untuk ruang terbuka dan Robobook, robot pendongeng interaktif yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca anak-anak.

“Robobook akan ditempatkan di perpustakaan sebagai media interaktif untuk anak-anak. Selain itu, platform Maca juga akan hadir di bandara, terminal, dan stasiun kereta agar akses membaca semakin luas bagi masyarakat,” pungkasnya.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran