Era Prabowo Sudah 9 Pejabat Undur Diri

|

GUGAH – Gelombang pengunduran diri pejabat publik mewarnai masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejak 2025 hingga Juli 2026, sedikitnya sembilan pejabat tinggi negara memilih melepaskan jabatannya dengan beragam alasan, mulai dari tanggung jawab moral, alasan kesehatan, hingga kepentingan pribadi.

Nama terbaru yang menyatakan mundur adalah Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Kabar tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin (27/7/2026).

Menurut Prasetyo, Perry menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo dengan alasan pribadi. Pemerintah pun menghormati keputusan tersebut dan segera memproses pemberhentiannya sesuai mekanisme yang berlaku.

Berikut daftar pejabat yang mengundurkan diri sepanjang 2025 hingga Juli 2026.

1. Satryo Soemantri Brodjonegoro

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, menjadi salah satu pejabat pertama yang mundur pada 2025. Ia menyerahkan surat pengunduran diri kepada Kementerian Sekretariat Negara pada 18 Februari 2025.

“Saya baru saja ke Setneg menyerahkan surat pengunduran diri saya sebagai Mendikti Saintek,” kata Satryo.

Ia mengaku telah bekerja maksimal selama empat bulan menjabat. Namun, apabila dinilai tidak lagi sesuai dengan harapan pimpinan, ia memilih mengundurkan diri.

Baca Juga:  Kegelisahan Dunia Akademik di Tengah Bayang-bayang Militerisasi

2. Mahendra Siregar dan Tiga Pejabat OJK

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, resmi mengundurkan diri pada 30 Januari 2026. Bersamanya, tiga pejabat lain juga mengajukan pengunduran diri, yakni Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, Deputi Komisioner I.B. Aditya Jayaantara, serta Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.

Mahendra menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung proses pemulihan di sektor jasa keuangan.

3. Iman Rachman

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, juga memilih mundur pada 30 Januari 2026. Keputusan itu diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam hingga dua kali memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).

“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Prabowo Ganti Pucuk Pimpinan BGN, Nanik S Deyang Resmi Nahkodai Program Makan Bergizi Nasional

4. Hasan Nasbi

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, sempat mengajukan pengunduran diri pada April 2025.

“Benar surat (mundur) saya sampaikan pada 21 April,” kata Hasan.

Namun, setelah mendapat arahan Presiden Prabowo Subianto, Hasan memutuskan kembali melanjutkan tugasnya sebagai Kepala PCO.

“Saya kan loyal sama Presiden… begitu diperintahkan untuk melanjutkan ya sudah,” ujarnya.

5. Nanik S. Deyang

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengundurkan diri pada Juli 2026 dengan alasan kesehatan.

“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” tulis Nanik.

Pemerintah memastikan Presiden Prabowo menerima pengunduran diri tersebut dan menghormati keputusan Nanik untuk fokus menjalani pengobatan.

6. Perry Warjiyo

Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 27 Juli 2026.

“Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

“Dalam suratnya hanya menyatakan mengajukan permohonan pengunduran diri oleh karena alasan pribadi.”

Baca Juga:  Perry Warjiyo Mundur, Rupiah Melehoy

Presiden Prabowo menerima pengunduran diri tersebut dan menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry selama sekitar tujuh tahun memimpin bank sentral.

“Maka yang pertama Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo. Tentu disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia,” ujar Prasetyo.

Untuk sementara, posisi Gubernur Bank Indonesia dijabat oleh Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti, hingga pemerintah menuntaskan proses penunjukan pengganti definitif.

Total Sembilan Pejabat

Jika dihitung berdasarkan individu yang mengundurkan diri, jumlahnya mencapai sembilan pejabat, yakni:

  • Satryo Soemantri Brodjonegoro.
  • Mahendra Siregar.
  • Inarno Djajadi.
  • I.B. Aditya Jayaantara.
  • Mirza Adityaswara.
  • Iman Rachman.
  • Hasan Nasbi (sempat mengundurkan diri, kemudian kembali menjabat).
  • Nanik S. Deyang.
  • Perry Warjiyo.

Rangkaian pengunduran diri tersebut menjadi salah satu dinamika yang mewarnai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak memasuki tahun 2025. Alasan yang dikemukakan para pejabat beragam, mulai dari evaluasi kinerja, tanggung jawab moral, kondisi kesehatan, hingga alasan pribadi.***

Sumber: Tribunnews.com

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran