Muhammad Hanif Gabung PKB Kuningan, Bawa Misi Ini

|

GUGAH – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kuningan kembali menambah kekuatan dengan bergabungnya Muhammad Hanif. Kehadiran tokoh muda tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya PKB memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah melalui jalur politik.

Prosesi bergabungnya Hanif berlangsung dalam pertemuan bersama jajaran DPC PKB Kuningan di D’Jons Pool, Minggu (26/7/2026). Momentum itu sekaligus menegaskan komitmen partai untuk membuka pintu bagi kader-kader yang memiliki kapasitas, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Kuningan, Rasdi, mengatakan PKB terus melakukan regenerasi dengan menghadirkan figur-figur baru yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“PKB Kuningan konsisten membuka ruang bagi kader-kader terbaik untuk bergabung dan berjuang bersama. Kami ingin menghadirkan politik yang inklusif, progresif, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujar Rasdi.

Menurutnya, PKB juga ingin menjadi rumah bersama bagi generasi muda yang memiliki gagasan dan semangat perubahan.

Baca Juga:  Amankan Produksi Padi, Pemkab Kuningan Perkuat Strategi Pengendalian Hama Berbasis Ekosistem

“Anak muda memiliki energi, kreativitas, dan gagasan yang luar biasa. Karena itu, PKB Kuningan ingin menjadi rumah bersama bagi generasi muda yang ingin berkontribusi untuk daerah melalui jalur politik yang santun, terbuka, dan penuh semangat pengabdian,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Hanif mengaku mantap bergabung dengan PKB karena melihat politik sebagai sarana untuk mengabdi, bukan sekadar mengejar kekuasaan.

“Saya bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa bukan karena sekadar mencari ruang politik, melainkan karena sebuah panggilan jiwa. Bagi saya, politik adalah jalan untuk tumbuh bersama, bukan sekadar perebutan kekuasaan,” ungkap Hanif.

Hanif menjelaskan, pilihannya berlabuh di PKB lahir dari proses panjang yang dipengaruhi pendidikan dan nilai-nilai pesantren yang membentuk karakter serta pandangan hidupnya. Baginya, ilmu harus memberi manfaat bagi masyarakat, sementara keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat.

Ia menambahkan, prinsip tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil) menjadi landasan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Baca Juga:  PKB Garut Sowan ke PCNU, Mohon Doa Restu Kiai untuk Kepengurusan Baru

Hanif juga menyoroti masih terbatasnya ruang bagi generasi muda untuk berkembang serta belum optimalnya keterwakilan aspirasi masyarakat dalam kebijakan publik. Menurutnya, persoalan tersebut harus dijawab melalui aksi nyata, bukan sekadar wacana.

Ia menilai PKB sebagai partai yang memiliki kesamaan visi dengan nilai-nilai yang diyakininya. Berakar dari tradisi Nahdlatul Ulama, PKB dinilai mampu memadukan semangat kebangsaan dengan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan menghargai keberagaman.

Hanif menegaskan, keputusannya bergabung bukan untuk mengejar jabatan politik. Ia ingin menjadikan PKB sebagai ruang belajar, berkolaborasi, sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Ia pun mengajak anak-anak muda untuk tidak memandang politik sebagai arena konflik semata, melainkan sebagai ruang menghadirkan gagasan dan solusi.

“Bagi saya, politik seharusnya tidak selalu identik dengan ketegangan, permusuhan, atau sekadar perebutan kekuasaan. Politik bisa menjadi ruang yang riang gembira, penuh gagasan, penuh kolaborasi, dan mampu menghadirkan harapan,” katanya.

Baca Juga:  Dompet Kosong, Jalanan Gelap

Menurut Hanif, politik modern harus mampu berbicara dengan bahasa generasi masa kini, terbuka terhadap kritik, memanfaatkan kreativitas, serta tetap berpegang pada substansi di tengah perkembangan media sosial dan budaya digital.

Menutup pernyataannya, Hanif menegaskan komitmennya untuk membawa politik yang jujur, sederhana, dan dekat dengan masyarakat.

“Yang paling penting, saya ingin menghadirkan politik yang apa adanya. Politik yang tidak dibangun di atas pencitraan berlebihan, gimmick, atau narasi yang dibuat-buat. Kepercayaan masyarakat lahir dari konsistensi, kejujuran, dan kerja nyata. Mari kita buktikan bahwa politik bisa menjadi ruang yang riang, relevan, dan membahagiakan. Politik yang tetap santun tanpa kehilangan keberanian, modern tanpa tercerabut dari nilai-nilai, serta hadir bukan untuk menciptakan sensasi, melainkan memberikan solusi,” pungkasnya.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran