Karawang Dinilai Semakin Menarik bagi Pengemis dan Pemulung dari Luar Daerah

|

GUGAH – Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah yang banyak didatangi gelandangan, pengemis, pemulung, hingga pengamen dari berbagai wilayah. Selain dikenal sebagai kawasan industri, tingginya potensi pendapatan membuat daerah ini dinilai lebih menjanjikan dibandingkan sejumlah daerah asal para pendatang.

Fenomena tersebut terungkap setelah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar razia terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial di sejumlah titik pada Kamis (23/7) malam.

Dalam operasi itu, petugas mengamankan 52 orang yang terdiri dari gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen. Hasil pendataan menunjukkan tidak seluruhnya merupakan warga Karawang.

Baca Juga:  Pemuda dan Pegiat Olahraga Gotong-royong Bersihkan Stadion Wirawangsa

“Dari 52 orang yang terjaring dalam razia pada Kamis malam (23/7), hanya 34 orang yang tercatat sebagai warga Karawang. Sisanya 18 orang adalah pendatang dari berbagai daerah,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Karawang, Marwati, di Karawang, Sabtu (25/7).

Menurut Marwati, para pendatang berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Barat, Lampung, hingga Jawa Timur. Mereka sengaja datang ke Karawang karena menganggap peluang memperoleh penghasilan lebih besar dibandingkan di daerah asal.

Ia menjelaskan, karakter Karawang sebagai kawasan industri sekaligus jalur perlintasan antardaerah menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas meminta-minta maupun mengumpulkan barang bekas lebih menguntungkan.

Baca Juga:  Jadi Pilot Project Nasional, Dinsos Ciamis Percepat Penerapan Portal Perlinsos

Gelandangan, pengemis, dan pengamen yang terjaring razia mengaku mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp70.000 hingga Rp150.000 per hari saat beraktivitas di Karawang. Nilai tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan penghasilan yang mereka peroleh di daerah asal.

Sementara itu, para pemulung menyebut harga jual barang rongsokan di Karawang berkisar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram, sehingga memberikan keuntungan yang lebih baik.

“Ada penghasilan yang lebih menjanjikan di Karawang. Karena itu, mereka memilih beraktivitas di wilayah Karawang,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang Agus Kurnia menegaskan, penanganan terhadap gelandangan, pengemis, pemulung, dan pengamen tidak bisa hanya mengandalkan razia atau penertiban semata.

Baca Juga:  Program P3-TGAI di Desa Parungbanteng Perkuat Irigasi Pertanian, Poktan Utamakan Mutu dan Manfaat bagi Petani

Menurutnya, pemerintah juga harus menghadirkan program rehabilitasi sosial, pemberdayaan ekonomi, serta pemulihan fungsi sosial agar mereka memiliki kesempatan untuk hidup lebih mandiri dan tidak kembali ke jalanan.

Selain itu, Agus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan gelandangan, pengemis, pemulung, maupun pengamen yang membutuhkan penanganan dari pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu proses pembinaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Karawang.***

Sumber: Liputan6.com

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran