Harlah PKB ke-28 Jadi Momentum Perkuat Politik Kebangsaan, GP Ansor Kabupaten Bandung Soroti Hal Ini

|

GUGAH – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan peran partai politik dalam menjawab tantangan kebangsaan di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan demokrasi Indonesia.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bandung, Dede Soemarsah, menilai perjalanan PKB selama hampir tiga dekade telah memberi warna dalam kehidupan politik nasional. Berangkat dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), PKB dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan politik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, menjaga demokrasi, sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

Baca Juga:  Slank Kembali ke Bandung, Kenang Debut Formasi Bertahan Hampir Tiga Dekade

Menurutnya, relasi historis antara NU, GP Ansor, dan PKB merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam merawat nilai-nilai Islam yang moderat, kebangsaan, serta komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, peringatan Harlah menjadi ruang evaluasi agar nilai-nilai tersebut tetap tercermin dalam setiap kebijakan dan langkah politik.

“Atas nama keluarga besar PC GP Ansor Kabupaten Bandung, kami mengucapkan selamat Hari Lahir PKB ke-28. Semoga PKB terus menjadi partai yang mampu memperjuangkan kepentingan rakyat, menjaga nilai-nilai demokrasi, serta konsisten merawat persatuan Indonesia,” ujar Dede Soemarsah, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga:  Konferancab II GP Ansor Rawalumbu Rampung, Robiyansyah Tekankan Kebersamaan dan Soliditas

Dede menekankan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya berkaitan dengan kontestasi politik, tetapi juga menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, akses pendidikan yang lebih baik, hingga menjaga kehidupan beragama yang harmonis. Karena itu, menurutnya, partai politik perlu menghadirkan kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia berharap PKB dapat terus memperkuat kontribusinya dalam melahirkan kebijakan yang berpihak kepada generasi muda, mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperkokoh moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Baca Juga:  Indonesia Krisis 480 Ribu Guru, Habib Syarief: Jangan Korbankan Honorer demi Administrasi Kaku

Dede juga menilai pembangunan nasional membutuhkan kolaborasi lintas elemen, mulai dari pemerintah, partai politik, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat sipil. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci agar agenda pembangunan berjalan efektif dan manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

“Mari jadikan peringatan Harlah ke-28 ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, menjaga semangat kebangsaan, dan bersama-sama membangun Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” tutupnya.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran