SUMEDANG – Momentum Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) IV PAC GP Ansor Pamulihan yang digelar di Pondok Pesantren Bustanul Wildan menjadi ajang penguatan ideologi sekaligus peringatan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-92.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Bidang Pertanian, Deni Ahmad Haidari, untuk memberikan motivasi dan membakar semangat para kader muda Nahdlatul Ulama.
Di hadapan para peserta, ia menekankan bahwa kader GP Ansor masa kini dituntut untuk mampu menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.
Ia menyoroti berbagai persoalan krusial seperti ketimpangan ekonomi, angka pengangguran, hingga pergeseran sosial yang kompleks di tengah masyarakat.
Menurutnya, keaktifan berorganisasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas diri, wawasan luas, serta kemandirian finansial.
“Ansor harus menjadi kader yang melek dalam belajar, kuat dalam ideologi, dan mandiri dalam ekonomi. Karena tantangan hari ini bukan hanya menjaga organisasi, tetapi bagaimana kader mampu hadir menjadi solusi di tengah masyarakat,” tegasnya dalam penyampaian motivasinya.
Aktivis yang ulet dalam dunia pertanian tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dan semangat kebangsaan sebagai benteng di tengah derasnya arus informasi.
Ia menilai ideologi yang kokoh adalah kunci agar kader tidak mudah terombang-ambing oleh paham-paham yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
Sebagai langkah nyata pengabdian terhadap umat, ia mendorong para kader untuk mulai merambah sektor produktif seperti pertanian, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kemandirian ekonomi dinilai sebagai bentuk nyata dari Khidmah Ansor yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan PKD IV PAC GP Ansor Pamulihan ini diproyeksikan sebagai ruang kaderisasi strategis untuk mencetak karakter generasi muda yang tangguh, siap menjaga kedaulatan NKRI, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas di masa depan.***



Tinggalkan Balasan