IPNU-IPPNU Balubur Limbangan Gembleng 178 Kader Baru, Perkuat Regenerasi Pelajar NU dari Pesantren

|

GUGAH – Sebanyak 178 pelajar Nahdliyin mengikuti proses kaderisasi berjenjang melalui LAKMUD dan MAKESTA di Pondok Pesantren Assa’adah. Selama tiga hari, mereka ditempa menjadi kader muda yang siap memimpin, berintegritas, dan tetap berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Regenerasi menjadi napas utama keberlangsungan organisasi. Kesadaran itulah yang mendorong Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Balubur Limbangan bersama Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Pondok Pesantren Assa’adah menggelar Latihan Kader Muda (LAKMUD) dan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) di Pondok Pesantren Assa’adah, Kecamatan Balubur Limbangan, Kabupaten Garut, pada 16–18 Juli 2026.

Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 178 peserta mengikuti proses kaderisasi formal, terdiri atas 108 peserta LAKMUD dan 70 peserta MAKESTA. Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari tim instruktur Pengurus Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Garut guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai Sistem Kaderisasi Nasional organisasi.

Baca Juga:  Polda Jabar Siaga Amankan May Day 2026: Kedepankan Dialog Humanis dan Perlindungan Hak Buruh

Lebih dari sekadar agenda rutin, kaderisasi tersebut menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus penguatan kapasitas kepemimpinan generasi muda Nahdlatul Ulama di wilayah Garut Utara.

LAKMUD mengusung tema “Menyalakan Api Kreativitas, Menguatkan Solidaritas”. Melalui tema tersebut, peserta dibina agar memiliki integritas, kemampuan memimpin, wawasan keislaman, ke-NU-an, serta keterampilan berorganisasi yang relevan dengan tantangan zaman. Berbagai materi diberikan, mulai dari ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, kepemimpinan, komunikasi, manajemen organisasi hingga penguatan kemampuan berpikir kritis.

Sementara itu, MAKESTA dengan tema “Cakrawala” menjadi pintu masuk bagi anggota baru untuk mengenal nilai-nilai dasar IPNU-IPPNU. Peserta dibekali pemahaman mengenai keislaman, nasionalisme, loyalitas organisasi, serta semangat pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

Ketua PAC IPNU Balubur Limbangan, Ari Muhammad Fajri, mengatakan kaderisasi merupakan investasi jangka panjang organisasi dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan masa depan. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya anggota, tetapi juga kualitas kader yang memiliki integritas dan kemampuan memimpin.

Baca Juga:  Elza Syarief Diklaim Tak Mundur, tapi Dicabut sebagai Kuasa Hukum Sony Sonjaya

“Kami ingin melahirkan kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat. Kreativitas harus tumbuh, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sebagai identitas utama IPNU,” ujarnya.

Ketua PAC IPPNU Balubur Limbangan, Rahma Nurfadilah, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan proses pembentukan karakter yang akan menentukan kualitas kader di masa depan.

“LAKMUD maupun MAKESTA bukan sekadar agenda rutin organisasi. Di dalamnya terdapat proses pembentukan mental, akhlak, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan yang akan menjadi bekal kader dalam mengabdi di berbagai bidang kehidupan,” katanya.

Apresiasi juga datang dari Ketua PC IPNU Kabupaten Garut, M. Taopik, yang menilai konsistensi PAC IPNU-IPPNU Balubur Limbangan menjadi contoh nyata pentingnya menjaga kesinambungan kaderisasi.

Baca Juga:  7 Tempat Wisata Garut Paling Populer 2026, Ada Gunung Papandayan hingga Pantai Santolo

“Kaderisasi adalah jantung organisasi. Selama proses ini terus berjalan dengan baik, regenerasi kepemimpinan akan tetap terjaga. Kami melihat PAC IPNU-IPPNU Balubur Limbangan berhasil menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas kader, bukan hanya secara kuantitas, tetapi juga dari aspek kapasitas dan ideologi,” ungkapnya.

Selain materi di ruang kelas, peserta juga mengikuti diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, dinamika organisasi, hingga evaluasi. Seluruh rangkaian dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan persoalan, membangun kolaborasi, serta memperkuat karakter kepemimpinan di kalangan pelajar Nahdliyin.

Melalui LAKMUD dan MAKESTA ini, IPNU-IPPNU Balubur Limbangan kembali menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar menjaga keberlangsungan organisasi, melainkan ikhtiar menyiapkan generasi muda NU yang berilmu, berakhlak, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama dari lingkungan pesantren hingga ruang-ruang pengabdian di tengah masyarakat. ***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran