Polda Jabar Riset Harapan Masyarakat, Sebut Banyak Keluhan Soal Begal

|

GUGAH – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat telah melakukan survei untuk mendengar aspirasi masyarakat Jabar. Dari hasil riset tersebut ditemukan banyaknya aksi begal yang dikeluhkan oleh masyarakat.

Hal itu dikatakan oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto usai melaksanakan apel Babinkamtibmas dan Sabuk Kamtibmas di Mapolda Jabar, Jumat (16/7/2026).

“Alhamdulillah kami juga mencari informasi dengan melakukan riset dan survei terkait harapan masyarakat. Salah satu yang paling banyak disampaikan adalah maraknya begal,” kata Pipit dikutip Gugah.co pada Sabtu (18/7/2026).

Pipit menjelaskan, pihaknya mengumpulkan seluruh jajaran terkait untuk memfokuskan diri pada pengamanan masyarakat guna menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat Jawa Barat.

Baca Juga:  Gerak Cepat Ungkap Kasus Penganiayaan di Bandung, Ketua BK DPRD Apresiasi Polda Jabar

“Kami berharap semua pihak masyarakat di mana pun berada, saya yakin, tidak ingin tindak begal terus berulang. Untuk itu saya mengajak semuanya, termasuk yang hadir dalam apel hari ini, mari kita lakukan penanggulangan maraknya begal secara bersama-sama,” ucapnya.

Ia menyebut polisi harus bergerak cepat, dengan tetap memegang prinsip responsif dan kolaboratif. Menurutnya, kolaborasi bukan hanya antara kepolisian dengan para pemangku kepentingan dan instansi terkait, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga:  PSEL Bantargebang Didorong Jadi Penggerak Green Jobs Bagi Warga Lokal

“Itulah makna kolaborasi yang kami tunjukkan melalui apel bersama hari ini. Untuk pelaksanaan tugas, seluruh harapan masyarakat insyaallah siap kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Disinggung apakah dia akan perintahkan anggotanya untuk tembak begal di tempat? Pipit sebut, tindakan tegas terukur.

“Jadi begini rekan-rekan semuanya, saya perintahkan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Namun kepolisian juga harus menghormati hak asasi setiap orang. Karena itu setiap tindakan harus dilakukan secara hati-hati dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” jelasnya.

“Apakah seseorang benar pelaku begal atau bukan, tidak bisa serta-merta disimpulkan begitu saja. Karena itu tindakan harus benar-benar proporsional. Yang kami maksud bukan sekadar tembak di tempat, melainkan tindakan tegas yang terukur dan proporsional sesuai tingkat ancaman serta situasi dan kondisi di lapangan,” tambahnya.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Taufik dan Korban Kerap Bertengkar Sebelum Kasus Penyekapan Terbongkar

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, untuk bantuan dan informasinya. Bila alami gangguan Kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian.

“Polisi yang tidak merespons laporan dan informasi dari masyarakat akan kami evaluasi karena tugas kepolisian adalah merespons harapan dan informasi dari masyarakat secara cepat,” pungkasnya.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran