Lemhannas RI Gandeng Anggota DPRD Kota Bekasi Bahas Peran Politik Generasi Muda

|

GUGAH – Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB, Wildan Fathurrahman, S.Kep., Ns., M.H., menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dengan tema “Posisi dan Peran Generasi Muda dalam Sistem Politik Kota Bekasi”. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Lily 2, Avenzel Hotel and Convention, Kota Bekasi, Rabu (15/7/2026).

Dalam paparannya, Wildan menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi yang semakin strategis dalam sistem politik daerah. Menurutnya, peran generasi muda saat ini tidak lagi terbatas sebagai pemilih dalam Pemilu maupun Pilkada, tetapi juga mulai tampil sebagai penggerak organisasi, kader partai politik, hingga pengambil kebijakan di berbagai sektor.

Baca Juga:  Tak Diberi Uang, Pengamen Bakar Pagar Rumah Warga di Bekasi

“Kita patut bersyukur karena partisipasi politik generasi muda terus meningkat. Tantangan kita hari ini bukan lagi sekadar mendorong mereka ikut memilih, tetapi bagaimana membuka ruang agar mereka dapat menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan dan kepemimpinan daerah,” ujar Wildan.

Ia menjelaskan, Kota Bekasi dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa yang didominasi usia produktif memiliki modal besar untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda berkualitas. Namun, potensi tersebut perlu didukung melalui pendidikan politik, kaderisasi yang sehat, serta ruang partisipasi yang semakin terbuka.

Dalam forum tersebut, Wildan juga membagikan pengalamannya sebagai legislator yang kerap berinteraksi langsung dengan generasi muda melalui kegiatan reses maupun dialog bersama masyarakat. Menurutnya, aspirasi yang paling banyak disampaikan anak muda berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesempatan kerja, pengembangan kewirausahaan, penyediaan sarana olahraga, hingga ruang publik yang mampu mendorong kreativitas dan inovasi.

Baca Juga:  Kasus HIV Terus Bertambah, Pemkot Bekasi Didorong Evaluasi Program Pencegahan

“Anak-anak muda yang saya temui tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga membawa gagasan dan solusi. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan daerah. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan untuk terlibat dan diberi ruang untuk berkontribusi,” katanya.

Wildan menilai penguatan peran generasi muda tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, partai politik, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem yang mampu mendorong lahirnya generasi muda yang aktif, kritis, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Baca Juga:  PMII Dorong Pariwisata Berkelanjutan di Pangandaran

“Generasi muda jangan hanya diberi kesempatan untuk memilih pemimpin, tetapi juga harus dipersiapkan menjadi pemimpin. Karena masa depan Kota Bekasi akan ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini,” pungkasnya.

FGD yang diselenggarakan Lemhannas RI tersebut diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan partisipasi politik generasi muda. Dengan keterlibatan yang semakin luas, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari proses pembangunan dan melahirkan kepemimpinan yang adaptif, demokratis, serta berintegritas di Kota Bekasi. ***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran