PMII Dorong Pariwisata Berkelanjutan di Pangandaran

|

GUGAH – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar dialog publik bertajuk “Mewujudkan Pangandaran sebagai Destinasi Pariwisata Ekologis Maritim yang Berkelanjutan dan Mendunia” sebagai upaya mendorong pembangunan sektor pariwisata yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan yang digelar Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Barat tersebut menghadirkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, kader PMII, hingga masyarakat sipil. Berbagai gagasan dan rekomendasi strategis terkait pengembangan pariwisata Pangandaran mengemuka dalam dialog yang berlangsung dinamis tersebut.

Baca Juga:  Kemenpar Manfaatkan Pelemahan Rupiah untuk Narik Wisatawan Asing

Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran sekaligus pengurus IKA PMII Pangandaran, Encep Najmudin, menyambut langsung kehadiran jajaran PKC PMII Jawa Barat. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran PMII sebagai organisasi kader yang mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.

“PMII harus hadir sebagai ruang intelektual yang mampu melahirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah,” ujar Encep.

Selain menyoroti pengembangan pariwisata berkelanjutan, Encep juga mendorong percepatan pembentukan PMII Cabang Pangandaran yang definitif. Menurutnya, keberadaan cabang definitif menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas proses kaderisasi di daerah.

Baca Juga:  Simbol Sakral Mahkota Binokasih Tiba di Kota Kembang, Ribuan Pasang Mata Kepung Puncak Kirab Budaya

“PMII Cabang Pangandaran harus segera definitif. Ini menjadi tugas bersama agar organisasi semakin kuat dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, Encep memaparkan pandangannya mengenai pengembangan Pangandaran sebagai destinasi pariwisata ekologis maritim. Ia menilai pembangunan sektor pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  KNPI Garut Gandeng Dinas Pertanian, Dorong Regenerasi Petani

Menurutnya, keberhasilan Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan akan sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keseimbangan antara eksploitasi potensi wisata dan keberlanjutan sumber daya alam yang dimiliki.

Dialog publik tersebut diikuti oleh kader PMII, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat. Sejumlah rekomendasi yang dihasilkan dalam forum itu diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mewujudkan Pangandaran sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran