GUGAH.COM – Suasana haru menyelimuti Saung Paguyuban Sholawat Jibril 313, Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Minggu (12/7/2026). Forum Wartawan Harian Bogor Utara (FWHBU) bersama jajaran Polres Bogor menggelar santunan bagi 34 anak yatim dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus HUT ke-15 FWHBU.
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan penyerahan santunan, tetapi juga penyuluhan hukum kepada masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan edukatif.
Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, SH, mengajak masyarakat untuk tidak merasa takut terhadap aparat kepolisian. Menurutnya, polisi merupakan bagian dari masyarakat yang hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan.
“Polisi ini milik bapak ibu semua, milik masyarakat. Jadi jangan takut dengan polisi. Kalau ada masalah, selesaikan dulu di lingkungan. Ada Pak RT, ada tokoh agama. Kalau bisa kekeluargaan, selesaikan,” tegasnya di hadapan warga Kampung Babakan Kulon RW 1 dan RW 2.
Dalam kesempatan itu, Kompol Maman juga mengingatkan pentingnya bijak menggunakan telepon genggam serta menjaga keharmonisan keluarga sebagai upaya mencegah munculnya berbagai persoalan sosial.
Ia menjelaskan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru mengedepankan tiga pendekatan penegakan hukum, yakni keadilan korektif, restoratif, dan rehabilitatif. Menurutnya, tujuan penegakan hukum bukan semata-mata memberikan hukuman, melainkan memperbaiki akar persoalan.
“Kami di Polsek Parung Polres Bogor banyak menangani penganiayaan, tawuran, bahkan rudapaksa. Nah itu kita mau cegah dari hulu,” ujarnya.
Pesan serupa juga disampaikan Founder Indonesia Digital Communication, DR. (C) Abu Suwandana. Ia mengajak para orang tua, khususnya para ayah, untuk meluangkan waktu bersama anak-anak di tengah kesibukan sehari-hari.
“Sekarang keadilan di negara kita tidak akan kita dapatkan kecuali berasal dari rumah. Banyak anak fatherless karena ayahnya sibuk. Indonesia sekarang ranking 5 terbesar di dunia pelanggaran hukum. Akarnya dari mana? Dari rumah,” katanya.
Selain penyuluhan, panitia secara bergantian menyerahkan santunan kepada 34 anak yatim yang hadir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus memberikan semangat bagi mereka.
Kegiatan ini turut dihadiri Kasi Humas Polres Bogor Ipda Hamzah, Sekcam Parung Endang Dramawan, Sekcam Ciseeng Ahmad Rosadi, perwakilan Koramil Parung, Pengurus IBI Kabupaten Bogor, Ketua MUI Desa Babakan, Ketua MWCNU Ciseeng, pengurus KNPI, Karang Taruna, para ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.
Bagi FWHBU dan Polres Bogor, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara media, kepolisian, dan masyarakat dalam memperkuat kepedulian sosial serta membangun kesadaran hukum sejak lingkungan keluarga.
“Semoga dari saung kecil ini, lahir anak-anak hebat yang masa depannya lebih baik dan berguna bagi keluarga,” harap salah seorang panitia.
Sementara itu, Ketua FWHBU, MJ. Fahri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih untuk semuanya. Semoga langkah kecil dan kontribusi terbatas yang kami berikan menjadi awal kebersamaan dalam membangun solidaritas sosial di lingkungan,” ujarnya.***



Tinggalkan Balasan