Dari Pegiat Sosial Kesehatan ke Ketua KNPI Bantargebang, Harapan Baru bagi Gerakan Kepemudaan

|

GUGAH – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bantargebang yang digelar pada Jumat (3/7/2026) di Aula Kecamatan Bantargebang berlangsung sukses dan menetapkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2029. Dalam forum tersebut, Pian Sopian resmi terpilih sebagai Ketua DPK KNPI Kecamatan Bantargebang.

Terpilihnya Pian Sopian sebagai nahkoda baru KNPI Bantargebang mendapat perhatian berbagai kalangan. Selama ini, ia dikenal sebagai pegiat sosial kesehatan yang aktif mendampingi dan mengadvokasi masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Melalui berbagai aktivitas sosial yang dijalankannya, Pian Sopian kerap membantu masyarakat dalam proses rujukan rumah sakit, pengurusan administrasi pelayanan kesehatan, hingga menjembatani berbagai kebutuhan warga yang memerlukan pendampingan. Kiprahnya tersebut membuat ia dikenal luas sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial di tingkat akar rumput.

Muscam berlangsung dalam suasana demokratis dan penuh semangat kebersamaan, sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi kepemudaan di Kecamatan Bantargebang. Forum tersebut menegaskan komitmen KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan di wilayah.

Baca Juga:  Lailatul Ijtima’ PRNU Bantargebang, KH. Taufik: Amaliyah NU Memiliki Sanad dan Dasar

Muscam turut dihadiri mantan Ketua DPK KNPI Bantargebang, Machmud Mazid, unsur Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), jajaran pengurus KNPI, peserta yang memiliki hak suara, serta perwakilan Pemerintah Kecamatan Bantargebang. Pemerintah kecamatan diwakili Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasi Permas), Een Hanifah, S.E., yang hadir mewakili Camat Bantargebang sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan peran organisasi kepemudaan di wilayah.

Pian Sopian mengatakan amanah yang diberikan peserta Muscam merupakan tanggung jawab besar untuk memperkuat peran KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan sekaligus memperkokoh persatuan pemuda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“KNPI dibentuk sebagai wadah berhimpunnya para pemuda untuk bersatu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, saya mengajak seluruh organisasi kepemudaan di Bantargebang untuk memperkuat kolaborasi dan kebersamaan. KNPI harus menjadi rumah besar bagi seluruh OKP serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kepemudaan di Kecamatan Bantargebang,” ujar Pian.

Baca Juga:  Gempur Korupsi! Aksi Kliwonan Desak Bupati Stop Main Mata

Menurut Pian, pengalaman selama aktif sebagai pegiat sosial kesehatan dan mendampingi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan menjadi bekal penting dalam menjalankan kepemimpinannya di KNPI. Semangat pengabdian tersebut, kata dia, ingin ditularkan kepada seluruh organisasi kepemudaan agar semakin banyak pemuda yang hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selama ini saya banyak mendampingi warga yang membutuhkan bantuan kesehatan maupun advokasi sosial. Ke depan saya ingin semangat pengabdian itu menular kepada seluruh pemuda dan organisasi kepemudaan di Bantargebang. Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” katanya.

Pian menilai tantangan kepemudaan saat ini semakin besar seiring bonus demografi yang menempatkan generasi muda sebagai kelompok penduduk terbesar. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Bonus demografi adalah peluang besar, tetapi juga menjadi tantangan. Saya tidak bisa bekerja sendiri. KNPI membutuhkan kolaborasi, dukungan, kritik, dan masukan dari seluruh OKP, para pemuda, pemerintah, tokoh masyarakat, hingga seluruh stakeholder di Bantargebang. Kita harus bersama-sama meningkatkan kualitas SDM pemuda agar mampu bersaing di era digital. Sudah saatnya Bantargebang dikenal bukan hanya sebagai kawasan pengelolaan sampah, tetapi juga karena pemuda-pemudanya yang kreatif, berprestasi, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Saya optimistis ke depan akan lahir tokoh-tokoh besar dari Bantargebang yang mampu mengharumkan nama daerah, Kota Bekasi, bahkan Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga:  Benteng Moral Pelajar di Era Digital, Ini Langkah IPNU Kota Bekasi

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2029, KNPI Kecamatan Bantargebang diharapkan mampu menjadi rumah besar bagi seluruh organisasi kepemudaan, memperkuat persatuan dan kolaborasi lintas organisasi, serta melahirkan program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, kepedulian sosial, dan pemberdayaan pemuda. Kehadiran kepengurusan baru ini juga diharapkan menjadi energi baru dalam membangun citra Bantargebang sebagai kawasan yang tidak hanya dikenal karena pengelolaan sampahnya, tetapi juga karena lahirnya generasi muda yang berkualitas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. ***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran