Santri Melek Digital, RMI-NU dan AISNU Rumuskan Strategi Cegah Kekerasan di Media

|

GUGAH – Di tengah pesatnya arus digitalisasi dan perkembangan media sosial, kalangan santri berkomitmen mengambil peran aktif dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan beretika. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pegiat Media Santri yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) bekerja sama dengan Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Ahad (21/6/2026).

FGD yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB itu mengangkat tema “Merumuskan Strategi Kampanye Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Media”. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi bagi para pegiat media pesantren, pengelola media, dan kreator konten santri dalam merespons berbagai tantangan informasi di era digital.

Baca Juga:  Lowongan Kerja Purwakarta Juni 2026: RSU Holistik Buka Rekrutmen Perawat IGD

Koordinator Nasional AISNU, Gus Ulinnuhaa Lazulfaa, mengapresiasi terselenggaranya kolaborasi lintas media kepesantrenan tersebut. Menurutnya, santri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan dan etika.

“Ini acara yang luar biasa. Semua media bisa duduk dalam satu forum di pondok pesantren yang bersejarah ini. Forum ini turut dihadiri Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama serta para pegiat media sosial dari kalangan santri yang membahas media dan arus informasi santri bagi kaum sarungan di era digitalisasi dan AI. Di era sekarang, santri pun harus melek digital,” ujar Gus Ulinnuhaa.

Baca Juga:  Trump Pertimbangkan Pemerintah AS Miliki Saham di Perusahaan AI

Ia menegaskan, santri tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga harus mampu menjadi produsen konten yang berkualitas, edukatif, serta mampu menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk kekerasan di ruang digital.

FGD berskala nasional tersebut dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah 2 KH M. Iffatul Lathoif, jajaran RMI-NU, serta para pegiat media sosial dari kalangan santri di berbagai daerah.

Baca Juga:  KH. Rd. Marpu Muhidin Ilyas Raih Doktor Cum Laude, Perkuat Tradisi Keilmuan Al-Muhajirin

Melalui forum ini, RMI-NU dan AISNU berupaya merumuskan strategi bersama dalam membangun kampanye pencegahan dan penanganan kekerasan di media sekaligus memperkuat literasi digital di lingkungan pesantren.

Gerakan media santri diharapkan mampu memenuhi ruang publik dengan konten-konten edukatif yang valid, berbasis sanad keilmuan yang jelas, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, santri diharapkan dapat menjadi pelopor ekosistem informasi yang sehat sekaligus membimbing masyarakat menuju ruang digital yang lebih cerdas, santun, dan maslahat.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran