Bertemu Usai Somasi, Gus Ipul dan Hamzah Sahal Berjabat Tangan, Gesturnya Jadi Sorotan

|

GUGAH – Momen pertemuan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Hamzah Sahal menjadi perhatian publik. Keduanya sebelumnya sempat terlibat polemik yang berujung Gus Ipul melayangkan somasi pada Hamzah Sahal namun kini terlihat berada dalam satu forum dan saling menyapa.

Dalam video yang beredar, Gus Ipul tampak berjalan mengenakan kemeja batik, sarung, dan peci hitam. Saat berpapasan dengan Hamzah Sahal, ia langsung menghampiri, menjabat tangan, kemudian melakukan gestur cipika-cipiki yang lazim dijumpai di lingkungan pesantren.

Baca Juga:  Kemensos Siapkan Pendampingan bagi Keluarga Korban Tragedi Kereta Bekasi, Gus Ipul: Kami Akan Bantu

Pertemuan terjadi saat di acara Munas-Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Ploso Kediri.

Secara visual, keduanya tampak berinteraksi dengan tenang tanpa memperlihatkan ketegangan. Gus Ipul terlihat santai dan tetap menyapa lebih dahulu, sementara Hamzah Sahal menyambut jabat tangan tersebut dengan ekspresi yang juga tampak cair.

Menanggapi pertemuan itu, Hamzah Sahal mengaku hanya sempat menanyakan kabar Gus Ipul.

Baca Juga:  Terlibat Promosi Haji Ilegal, Tiga WNI Ditangkap Kepolisian Arab Saudi, Dua Di antaranya Tenaga Pendukung PPIH

“Sempat tanya kabar saja. Alhamdulillah kabar Pak Mensos Drs. Saifullah Yusuf baik,” ujarnya dikutip pada Minggu (21/6).

Hamzah mengungkapkan sebenarnya ingin menanyakan beberapa hal lain, termasuk mengenai kepastian lokasi penutupan Munas. Namun niat tersebut diurungkan karena melihat Gus Ipul tengah disibukkan dengan tugasnya.

“Mau bertanya lain-lain (misalnya mau bertanya apakah penutupan munas jadi di Bangkalan?), tetapi sepertinya sedang sibuk dan banyak pikiran. Maklum, Pak Mensos sedang menjalankan tugas sebagai Ketua Panitia Munas-Konbes,” kata Hamzah.

Baca Juga:  PBNU Tegaskan Jadwal Muktamar Ke-35 Harus Lewat Forum Resmi, Bukan Keputusan Personal

Pertemuan singkat tersebut menjadi sorotan karena terjadi setelah keduanya sempat berseteru di ruang publik melalui saling somasi. Meski demikian, momen berjabat tangan dan saling menyapa menunjukkan bahwa komunikasi secara langsung tetap berlangsung dalam suasana yang kondusif.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran