Menuju Muktamar ke-35 NU, Kiai Nuh Addawami dan Kiai Said Aqil Siroj Masuk Bursa Kandidat Anggota AHWA

|

GUGAH – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), meski waktu dan lokasi penyelenggaraannya belum ditetapkan secara resmi, sejumlah nama kiai kharismatik mulai mengemuka sebagai kandidat anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Di antara nama-nama yang santer diperbincangkan, terdapat dua ulama asal Jawa Barat, yakni KH Muhammad Nuh Addawami (Kiai Nuh) dan Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA.

AHWA merupakan forum yang memiliki kewenangan memilih Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Anggota lembaga ini dipersyaratkan memiliki kapasitas keilmuan yang mendalam, berakidah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, bersifat wara’, zuhud, adil, berakhlak mulia, serta dihormati dan memiliki pengaruh luas di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Forum Rais Syuriyah Se-Jatim ‘Warning’ PBNU, Tuntut Muktamar Dilaksanakan di Lirboyo

Berdasarkan data yang dihimpun dari Suara Nahdliyin, sedikitnya terdapat 10 nama ulama yang dinilai berpeluang mengisi formasi AHWA pada Muktamar ke-35 NU.

Salah satu nama yang mencuat adalah Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA. Ulama kelahiran Cirebon, 3 Juli 1953, itu dikenal sebagai intelektual Muslim moderat dan alumnus Universitas Ummul Qura, Makkah. Ia pernah memimpin PBNU selama dua periode, yakni 2010–2021, dan kini mengemban amanah sebagai Mustasyar PBNU masa khidmat 2022–2027.

Baca Juga:  Idul Adha di Era Digital: Kakanwil Jabar Tekankan Akhlak Jadi Benteng Lawan Cyberbullying

Nama lain yang juga mendapat perhatian adalah KH Muhammad Nuh Addawami atau Kiai Nuh. Pengasuh Pesantren Nurul Huda, Cibojong, Garut, itu lahir pada 1946 dan pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PWNU Jawa Barat periode 2016–2021. Kiai Nuh dikenal luas sebagai ulama yang mengedepankan dakwah yang sejuk, memperkuat dialog, menjaga keharmonisan keluarga, serta konsisten menyerukan persatuan umat.

Selain kedua tokoh tersebut, nama-nama lain yang masuk dalam bursa kandidat AHWA antara lain KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin, KH Nurul Huda Jazuli, KH Ubaidullah Shodaqoh, KH M. Ali Cholil, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Ali Akbar Marbun, dan Prof. Dr. KH M. Ghalib, MA.

Baca Juga:  Cicit Syaikhona Cholil Bangkalan Beri Dukungan Moril untuk Gus Yaqut

Munculnya nama-nama ulama sepuh dari berbagai daerah itu mencerminkan besarnya harapan warga Nahdliyin agar Muktamar ke-35 NU menghasilkan anggota AHWA yang memiliki kapasitas keilmuan, keteladanan moral, serta mampu menjaga persatuan organisasi dan mengawal estafet kepemimpinan NU ke depan.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran