Tergerus Banjir, Nasib Jembatan Penghubung Dua Desa di Blanakan Subang Kini Menunggu Usulan ke DPR RI

|

GUGAH – Kondisi jembatan penghubung Desa Muara dan Desa Tanjungtiga, Kecamatan Blanakan, yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Subang. Kerusakan pada bagian bawah jembatan yang mulai mengalami korosi dan pengikisan struktur dinilai berpotensi mengganggu mobilitas warga dan aktivitas perekonomian masyarakat pesisir apabila tidak segera ditangani.

Untuk memastikan penanganan pascabanjir berjalan optimal, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi meninjau langsung hasil normalisasi Saluran Kalimalang sepanjang 10,5 kilometer, Selasa (16/6/2026). Normalisasi tersebut ditujukan untuk mendukung sekitar 750 hektare kawasan tambak udang yang sempat terdampak banjir.

Baca Juga:  Krisis Legitimasi Musorkablub KONI Subang, Cacat Prosedur hingga Tudingan Settingan Pemenang

Di sela peninjauan, Reynaldy menegaskan bahwa kondisi jembatan penghubung Desa Muara dan Tanjungtiga membutuhkan penanganan segera karena dampak banjir telah menyebabkan kerusakan pada struktur bawah jembatan.

“Waktu banjir sempat tergerus dan bawahnya sudah korosi,” ungkap Reynaldy.

Menurutnya, korosi pada material serta pengikisan struktur (scouring) dapat mempercepat kerusakan lapisan pelindung beton sehingga mengancam usia layanan jembatan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Subang akan terlebih dahulu melakukan perbaikan terhadap jembatan gantung sebagai akses sementara bagi masyarakat.

“Jembatan gantung sementaranya, Insya Allah, dalam waktu dekat kita perbaiki. Namun untuk jembatan yang besar, permanennya, Insya Allah tahun depan kita akan mengusulkan kepada teman-teman kita yang ada di DPR RI,” jelasnya.

Baca Juga:  Kepemimpinan Baru IPNU-IPPNU: Fokus Kaderisasi dan Dampak Nyata

Reynaldy mengungkapkan kebutuhan anggaran untuk revitalisasi jembatan permanen diperkirakan mencapai Rp16 miliar. Besarnya kebutuhan anggaran tersebut membuat pemerintah daerah harus berkoordinasi dengan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IX agar usulan tersebut dapat direalisasikan.

Di tengah janji percepatan penanganan, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana percepatan tersebut dapat diwujudkan, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat pesisir Blanakan. Keterlambatan penanganan dikhawatirkan akan berdampak terhadap distribusi hasil perikanan, aktivitas ekonomi warga, hingga keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga:  Ngaji Rutin KPA Kota Bekasi, KH Nur Cholik: Pendosa Juga Berhak Dekat kepada Allah

Tokoh masyarakat Desa Muara, Boby Chaerul, mengapresiasi respons cepat Bupati Subang dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Kami atas nama warga masyarakat Desa Muara sangat mengapresiasi. Responsif sekali terhadap keluhan dan kepentingan masyarakat umum,” ujarnya.

Ia berharap langkah yang telah dijanjikan tidak berhenti pada tahap peninjauan semata, tetapi dapat segera diwujudkan menjadi pembangunan yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. *****

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran