Pemerintah Pastikan Pendanaan Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Keuangan BUMN

|

GUGAH – Pemerintah memastikan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan berjalan dengan skema pembiayaan yang terukur tanpa membebani kondisi keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penegasan ini sekaligus menjawab berbagai kekhawatiran publik terkait sumber pendanaan program yang menjadi salah satu strategi penguatan ekonomi desa tersebut.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa seluruh pembiayaan program Kopdes Merah Putih berasal dari pemerintah, bukan dari dana milik Danantara maupun modal internal perusahaan-perusahaan BUMN.

“Perlu dijelaskan bahwa peran Danantara dalam program tersebut adalah membantu pemerintah menjalankan program, tetapi uang yang digunakan bukan uang Danantara. Uangnya adalah uang pemerintah,” ujar Dony.

Baca Juga:  Ekonom CSIS Sebut MBG Sangat Atraktif, Bantu Sektor Pertanian hingga Perdagangan

Menurutnya, keterlibatan Danantara dan perusahaan-perusahaan BUMN hanya sebatas menjalankan penugasan yang diberikan pemerintah melalui mekanisme bisnis yang profesional. Seluruh pekerjaan yang dilakukan tetap akan dibayar oleh pemerintah sehingga tidak mengganggu kesehatan keuangan maupun operasional perusahaan.

“Dengan skema tersebut, BUMN tetap dapat menjalankan fungsi bisnisnya secara optimal sekaligus berkontribusi dalam mendukung program strategis nasional,” jelasnya.

Pendanaan Tanpa Menambah Defisit APBN

Pemerintah juga memastikan pelaksanaan Kopdes Merah Putih tidak akan menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pendanaan program tidak dilakukan melalui penambahan defisit anggaran, melainkan dengan mengoptimalkan anggaran kementerian dan lembaga yang belum terserap secara maksimal.

“Pemerintah tidak akan menambah defisit APBN untuk membiayai program Koperasi Desa,” tegas Purbaya.

Selain memanfaatkan anggaran yang tersedia, pemerintah juga akan melibatkan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendukung pembiayaan program. Skema tersebut dinilai mampu menjaga disiplin fiskal sekaligus memastikan kebutuhan pendanaan tetap terpenuhi.

Baca Juga:  Masuki Usia ke-11 Tahun, Waas Corp Indonesia Usung Tema “Beyond Exce11ent”

Dorong Ekonomi Desa

Program Kopdes Merah Putih dirancang sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Pemerintah menargetkan koperasi ini menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi masyarakat melalui perluasan akses pembiayaan, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan usaha produktif.

Secara umum, program ini memiliki sejumlah sasaran utama, antara lain:

  1. memperkuat ekonomi berbasis desa;
  2. meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat;
  3. membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru;
  4. memanfaatkan alokasi APBN yang telah tersedia tanpa menambah defisit negara.
Baca Juga:  Penjualan Durian Lokal Tasikmalaya Malah Meroket Saat Dollar Naik!

Melalui sinergi pemerintah, Himbara, Danantara, dan BUMN, program Kopdes Merah Putih diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, tanpa mengurangi kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran