GUGAH – Suasana bahagia yang seharusnya menyelimuti kepulangan jemaah haji berubah menjadi duka mendalam di kediaman Hj. Kunengsih (69), warga Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu. Perempuan yang tergabung dalam Kloter KJT-21 itu meninggal dunia di dalam pesawat Saudi Arabia Airlines nomor penerbangan SV5185 saat perjalanan pulang dari Arab Saudi menuju Indonesia, Selasa (16/6/2026).
Kabar duka tersebut mengejutkan keluarga yang sejak pagi telah berkumpul untuk menyambut kepulangan almarhumah. Harapan untuk kembali berkumpul dan mendengar cerita perjalanan ibadah haji pun sirna seketika.
“Harusnya sekarang lagi cerita sama anak cucu, tapi justru kami mendapat kabar seperti ini,” ujar keponakan almarhumah, Darsono, di rumah duka.
Jenazah Hj. Kunengsih tiba di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sekitar pukul 14.20 WIB sebelum dibawa ke RSUD Cideres untuk penanganan administrasi. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menuju rumah duka di Blok Pasar Senggol, Desa Leuwigede.
Tangis keluarga pecah saat ambulans yang membawa jenazah tiba di halaman rumah. Almarhumah meninggalkan dua orang anak dan dua cucu.
Berangkat Haji Seorang Diri
Darsono menceritakan, Kunengsih sebenarnya mendaftar ibadah haji bersama suaminya pada 2014. Namun dalam perjalanannya mereka berpisah, sementara sang mantan suami meninggal dunia sebelum sempat berangkat ke Tanah Suci.
“Jadi beliau akhirnya berangkat seorang diri untuk menunaikan ibadah haji,” katanya.
Menurut keluarga, tidak ada firasat apa pun sebelum kabar duka datang. Kedua anak almarhumah yang tinggal di luar kota bahkan telah pulang ke Indramayu untuk menyambut kepulangan sang ibu.
“Kami sama sekali tidak punya firasat. Begitu mendapat kabar, kami semua sangat terkejut,” tutur Darsono.
Sempat Dirawat di Tanah Suci
Selama menjalankan ibadah haji, kondisi kesehatan Kunengsih sempat menurun hingga harus mendapatkan perawatan medis di Arab Saudi. Kondisi itu membuat keluarga rutin berkomunikasi untuk memantau perkembangan kesehatannya.
Menjelang kepulangan ke Indonesia, kondisi almarhumah dikabarkan membaik. Berdasarkan pemeriksaan kesehatan terakhir, ia dinyatakan layak terbang sehingga diizinkan mengikuti penerbangan bersama rombongan jemaah lainnya.
Meski diselimuti duka, keluarga bersyukur almarhumah telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Mohon doa semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT,” ucap Darsono.
Kemenhaj: Almarhumah Dipastikan Laik Terbang
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, turut mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
Ia memastikan Kunengsih meninggal dunia saat penerbangan pulang menuju Indonesia.
“Kami datang untuk bertakziah kepada keluarga Ibu Kunengsih, jemaah haji asal Indramayu yang tergabung dalam Kloter KJT-21,” ujar Boy.
Menurutnya, sebelum keberangkatan seluruh jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur, termasuk Kunengsih yang saat itu dinyatakan memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan udara.
“Apabila beliau dinyatakan tidak laik terbang, tentu akan tetap dirawat di Arab Saudi. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan, Ibu Hj. Kunengsih dinyatakan sehat dan laik terbang,” jelasnya.
Boy juga memastikan seluruh rukun dan rangkaian ibadah haji telah diselesaikan oleh almarhumah sebelum wafat.
“Insya Allah Ibu Hj. Kunengsih telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah hajinya dengan baik. Semoga beliau memperoleh haji yang mabrur dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkasnya.***
Sumber: Kompas.com



Tinggalkan Balasan