GUGAH – Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimaknai Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung sebagai ajang refleksi sekaligus titik awal memperkuat peran generasi muda dalam membangun Kota Bandung yang religius, inklusif, dan penuh toleransi.
Wakil Ketua DPD KNPI Kota Bandung Bidang Keagamaan, Muhammad Miqdam, mengatakan semangat hijrah seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Tahun Baru Islam 1448 Hijriah adalah waktu yang tepat bagi kita, khususnya generasi muda, untuk melakukan muhasabah. Sudah sejauh mana kita berkontribusi bagi Kota Bandung? Pemuda bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek yang harus aktif menghadirkan gagasan dan solusi bersama pemerintah,” ujar Miqdam di Bandung, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus digitalisasi menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Karena itu, penguatan karakter, nilai-nilai spiritual, dan wawasan kebangsaan harus berjalan beriringan agar pemuda tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman.
Miqdam juga menyatakan kesiapan KNPI Kota Bandung untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang keagamaan dan kepemudaan.
Ia menilai visi kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Farhan–Erwin, memiliki arah yang jelas dalam membangun masyarakat yang religius, inklusif, dan berdaya saing.
“Kami melihat berbagai program yang dicanangkan Pemerintah Kota Bandung memiliki visi yang baik dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. KNPI, khususnya Bidang Keagamaan, siap bersinergi mewujudkan tata kelola keagamaan yang akuntabel, modern, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain mendorong kolaborasi dengan pemerintah, Miqdam menaruh perhatian besar terhadap pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Bandung. Ia mengingatkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dirawat bersama.
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perdamaian yang mampu menangkal berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, maupun provokasi yang dapat mengganggu keharmonisan sosial.
“Kami ingin Bandung menjadi kota yang benar-benar ramah bagi seluruh pemeluk agama. Tidak boleh ada sekat ataupun rasa saling curiga. Semua warga harus merasa aman, nyaman, dan dihargai. KNPI siap menjadi ruang dialog sekaligus jembatan silaturahmi bagi pemuda lintas agama,” tegasnya.
Melalui semangat hijrah di Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, KNPI Kota Bandung berharap lahir kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan program-program nyata yang memperkuat toleransi, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, serta menghadirkan manfaat langsung bagi warga Kota Bandung.***



Tinggalkan Balasan