Aktivitas Mengaji Anak-anak Terganggu, LBH GP Ansor Kota Bekasi Sampaikan Aspirasi Warga Sumurbatu

|

GUGAH – Warga RT 04 RW 02, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menyampaikan aspirasi terkait dugaan gangguan lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas usaha atau lapak di sekitar permukiman. Keluhan tersebut muncul akibat bau tidak sedap yang disebut tercium secara terus-menerus dan mengganggu kenyamanan warga.

Persoalan itu tidak hanya dirasakan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga disebut berdampak pada kegiatan mengaji anak-anak di lingkungan setempat. Bau menyengat yang muncul dinilai mengurangi kenyamanan dan konsentrasi mereka saat mengikuti kegiatan belajar agama.

Baca Juga:  Banjir di Kendari, 657 Rumah Terendam

“Anak-anak yang sedang mengaji menjadi terdampak. Situasi seperti ini tentu memprihatinkan karena lingkungan belajar dan ibadah seharusnya nyaman,” demikian keluhan yang disampaikan salah satu warga.

Aspirasi masyarakat tersebut kemudian diteruskan oleh LBH GP Ansor Kota Bekasi kepada Pemerintah Kelurahan Sumurbatu dan Kecamatan Bantargebang agar mendapat perhatian serta penanganan dari instansi terkait.

Ketua LBH GP Ansor Kota Bekasi, Zaenudin, mengatakan pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah penyelesaian sehingga persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Haddad Alwi Hipnotis Ribuan Warga di Bantargebang Islamic Fest 2026

“Pemerintah diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan ini secepatnya agar tidak terjadi konflik di masyarakat, serta tercipta lingkungan yang nyaman dan kondusif bagi warga,” ujar Zaenudin.

Menurutnya, penyelesaian persoalan lingkungan harus dilakukan secara cepat dan tepat dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Langkah tersebut juga penting agar aktivitas pendidikan dan ibadah, khususnya bagi anak-anak, dapat berlangsung dengan baik tanpa gangguan.

Baca Juga:  Terpilih Aklamasi, Bos Beye Resmi Nahkodai Kadin Purwakarta

Warga berharap pemerintah setempat dapat melakukan peninjauan langsung ke lokasi, memberikan pembinaan kepada pihak-pihak terkait, serta mengambil langkah penanganan yang diperlukan agar kondisi lingkungan kembali nyaman. Dengan demikian, kegiatan mengaji anak-anak dan aktivitas masyarakat lainnya dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola usaha maupun instansi terkait mengenai dugaan yang disampaikan oleh warga tersebut. ***

Avatar Egi

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran