Konfercam MWCNU Leuwigoong Garut Pilih KH Dudang Ali Hermawan dan Ust Ajang Mustofa

|

GUGAH – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Leuwigoong menggelar Konferensi MWCNU (Konfercam) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Al-Mansyuriyah, Desa Sindangsari, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Sabtu (6/6/2026).

Konfercam merupakan forum permusyawaratan tertinggi NU di tingkat kecamatan yang bertujuan mengevaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih kepengurusan baru untuk Masa Khidmat 2026–2031.

Kegiatan yang dipandu langsung oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga kesinambungan kepemimpinan, serta merumuskan arah gerakan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Leuwigoong selama lima tahun ke depan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Garut KH Rd. Amin Muhyiddin Maolani, jajaran pengurus PCNU Kabupaten Garut, pengurus ranting NU, badan otonom, lembaga NU, tokoh agama, serta warga Nahdliyyin se-Kecamatan Leuwigoong.

Sebelum memasuki agenda pemilihan, forum terlebih dahulu mendengarkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan MWCNU masa khidmat sebelumnya yang disampaikan oleh KH Dudang Ali Hermawan.

Baca Juga:  KNPI Garut Gandeng Dinas Pertanian, Dorong Regenerasi Petani

Dalam laporannya, KH Dudang menyampaikan sejumlah capaian organisasi selama masa kepengurusan. Di bidang organisasi, MWCNU Leuwigoong secara konsisten melaksanakan rapat rutin bulanan, melakukan pengadaan aset organisasi, serta membangun gedung sekretariat sebagai pusat pelayanan dan aktivitas jam’iyah.

Di bidang dakwah dan keagamaan, berbagai program berhasil dijalankan, mulai dari roadshow dakwah ke seluruh ranting, peringatan hari besar Islam (PHBI), Lailatul Ijtima, pengajian bulanan MWCNU, hingga pengajian rutin Muslimat NU.

Sementara di bidang kaderisasi, MWCNU Leuwigoong mencatat sejumlah capaian yang cukup membanggakan. Di antaranya pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser yang melahirkan 328 anggota, penyelenggaraan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU yang diikuti 1.064 peserta, penguatan badan otonom dan lembaga, serta raihan Juara Harapan I MWCNU tingkat Kabupaten Garut.

Selain itu, MWCNU Leuwigoong juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan PCNU Kabupaten Garut sebagai bentuk komitmen memperkuat jam’iyah Nahdlatul Ulama secara menyeluruh.

Baca Juga:  Manut kepada Kiai Jadi Kunci Berkah, Ketua MWCNU Cisurupan Sambut Seruan Masyayikh Jaga Marwah NU

Setelah melalui rangkaian persidangan yang dipimpin Wakil Sekretaris PCNU Garut, H. Jayadi Supriyadin dan H. Agus Mabrur, forum akhirnya menetapkan kepemimpinan baru melalui mekanisme musyawarah mufakat.

Konfercam menetapkan KH Dudang Ali Hermawan sebagai Rais Syuriyah dan Ust Ajang Mustofa Kamaludin sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Leuwigoong Masa Khidmat 2026–2031.

Dalam arahannya, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut, KH Rd. Amin Muhyiddin Maolani, menegaskan bahwa Konfercam bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan perjuangan para ulama dalam membimbing umat dan memperkuat peran NU di tengah dinamika masyarakat.

Menurutnya, kepengurusan baru harus mampu menjaga soliditas organisasi, memperkuat sinergi antara Syuriyah dan Tanfidziyah, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“MWCNU harus menjadi rumah besar bagi seluruh warga Nahdliyyin. Pengurus yang terpilih hari ini diharapkan mampu melanjutkan capaian yang sudah baik, memperkuat kaderisasi, menghidupkan ranting-ranting, serta menghadirkan pelayanan keagamaan dan sosial yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Kala Syaikh Nawawi Al-Bantani Berguru pada Syaikh Baing Yusuf Purwakarta

KH Amin juga berharap MWCNU Leuwigoong dapat menjadi salah satu MWCNU terdepan dalam penguatan organisasi, pemberdayaan umat, pengembangan pendidikan ke-NU-an, serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah tantangan zaman.

“Jabatan di NU bukan kehormatan yang harus dibanggakan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, orientasi utama pengurus adalah khidmah, bukan sekadar menjalankan administrasi organisasi,” tegasnya.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru, MWCNU Leuwigoong diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu, memperkuat peran keagamaan, sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan, sekaligus menjadi motor penggerak kemajuan umat di tingkat akar rumput.

PCNU Kabupaten Garut turut menyampaikan ucapan selamat kepada Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah terpilih serta berharap kepengurusan baru dapat membawa MWCNU Leuwigoong semakin maju, solid, dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat Kabupaten Garut.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran