Bagja Wibawa: Pancasila Harus Jadi Kompas Moral Bangsa di Era Kecerdasan Buatan

|

GUGAH – Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan membawa berbagai kemudahan bagi kehidupan manusia. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul tantangan baru yang berpotensi memengaruhi moralitas, pola pikir, dan jati diri bangsa.

Menanggapi fenomena tersebut, Anggota DPRD Kota Bandung sekaligus pengamat sosial, Bagja Wibawa, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi.

Hal itu disampaikan Bagja dalam sebuah diskusi publik yang digelar di Bandung. Menurutnya, di tengah kemajuan teknologi yang semakin canggih dan mampu memanipulasi informasi maupun data, Pancasila tidak boleh dipandang sekadar sebagai ideologi negara, melainkan harus menjadi pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Baca Juga:  Road to Harlah ke-28, DPC PKB Kota Bandung Gelar Pasar Murah untuk Bantu Warga

“AI memang mempermudah banyak urusan manusia. Namun, teknologi tidak memiliki moral maupun hati nurani. Di sinilah Pancasila harus hadir sebagai kompas agar kita tidak kehilangan arah dan jati diri sebagai bangsa di tengah kemajuan zaman,” ujar Bagja Wibawa kepada awak media, Senin (1/6/2026).

Ia menilai, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial, sangat relevan untuk menjadi filter dalam menghadapi berbagai dampak negatif perkembangan AI.

Baca Juga:  Dolar Sentuh Angka Rp17.600, Presiden Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok

Menurut Bagja, penerapan etika berbasis Pancasila dapat menjadi benteng bagi masyarakat dari ancaman disinformasi, penyebaran hoaks, polarisasi akibat algoritma digital, hingga menurunnya empati sosial di tengah interaksi yang semakin bergantung pada teknologi.

Karena itu, ia mendorong generasi muda, kalangan akademisi, serta para pembuat kebijakan untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab dengan berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.

Baca Juga:  FP1 Moto3 Prancis 2026: Veda Ega Pratama Tembus 11 Besar, Alvaro Carpe Tercepat

“Kita tidak boleh anti terhadap kemajuan teknologi seperti AI karena itu merupakan sebuah keniscayaan. Namun, pemanfaatannya harus selaras dengan semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, sehingga teknologi benar-benar membawa kemaslahatan, bukan justru menimbulkan kemudaratan bagi kehidupan sosial,” pungkasnya.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran