GUGAH – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM UMT) merefleksikan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dengan melakukan aksi nyata di tengah masyarakat.
Kehadiran organisasi kemahasiswaan ini bukan sekadar menjalankan ritual ibadah tahunan, melainkan juga sebagai upaya konkret dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian.
Ketua BEM UMT, Fajar Anugrah Aberdien, mengatakan bahwa momentum Idul Adha tahun ini menjadi panggung penting bagi mahasiswa untuk menunjukkan esensi sejati dari sebuah pergerakan, yaitu kebermanfaatan bagi sesama.
“Pada momentum Iduladha 1447 H ini, BEM UMT hadir bukan hanya untuk berkurban, tetapi juga untuk menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian langsung kepada masyarakat,” ujar Fajar di UMT pada Kamis (28/5/2026).
Dalam agenda kurban kali ini, BEM UMT menyalurkan satu ekor sapi untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menyebut, bahwa esensi dari penyaluran hewan kurban ini tidak boleh dinilai dari aspek kuantitas semata, melainkan dari ketulusan niat untuk saling berbagi.
“Satu sapi kurban yang disalurkan menjadi simbol bahwa kebaikan tidak selalu diukur dari seberapa besar yang diberikan, melainkan dari ketulusan untuk berbagi kepada sesama,” tuturnya.
Lebih lanjut, esensi Idul Adha ini dapat melekat erat dalam jiwa seluruh kader mahasiswa. Menurutnya, empati sosial dan solidaritas adalah bahan bakar utama dalam setiap roda pergerakan mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat Idul Adha dapat terus mempererat rasa solidaritas, menumbuhkan empati sosial, serta mengingatkan bahwa kebermanfaatan adalah bagian penting dari pergerakan mahasiswa,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mendonasikan, serta mengawal jalannya kegiatan kurban ini hingga berjalan dengan lancar. Kolaborasi yang solid dari berbagai elemen dinilai menjadi kunci suksesnya agenda sosial ini.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan ikut membersamai proses ini. Semoga setiap langkah kebaikan yang telah kita lakukan bersama menjadi keberkahan bagi kita semua,” pungas dia.
Melalui aksi ini, BEM UMT kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi agen perubahan (agent of change) di ruang-ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi agen pembawa maslahat yang terjun langsung merangkul masyarakat.***


Tinggalkan Balasan