Tekan Kesenjangan Kompetensi Guru, Unpad Buka Beasiswa S2 Jalur Khusus

JATINANGOR – Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi meluncurkan program jaminan pembiayaan studi bagi tenaga pendidik bertajuk “Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas” di Bale Sawala, Kampus Jatinangor, Rabu (20/5/2026).

Langkah akademik ini diambil sebagai respons atas masih tingginya kesenjangan antara kualifikasi formal guru dengan kapasitas riil mengajar di dalam ruang kelas.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Atip Latipulhayat, membeberkan data bahwa meski secara administratif hampir 100 persen guru di Indonesia telah mengantongi ijazah Diploma 4 atau Strata 1 (S1), hal itu belum menjadi jaminan mutu pengajaran.

Baca Juga:  Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah Tanpa Uang Negara

“Secara kualifikasi, hampir 100 persen guru sudah memenuhi syarat pendidikan D4 atau S1. Namun, guru yang memiliki kualifikasi formal tersebut ternyata belum selalu berbanding lurus dengan kompetensinya,” ujar Prof. Atip saat memberikan pengarahan.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Unpad mengalokasikan slot kuota magister di 18 program studi (Prodi) Strata 2 (S2) pilihan. Skema penyerapan dana bantuan kuliah ini dibagi ke dalam tiga kluster pembiayaan operasional:

  • Beasiswa Penuh: Menanggung 100 persen biaya pendidikan selama masa studi normal.
  • Beasiswa Sebagian: Subsidi pembiayaan sebesar 75 persen dari total tarif kuliah.
  • Beasiswa Dukungan: Bantuan pemotongan biaya pendidikan sebesar 50 persen.
Baca Juga:  Sosialisasi di Banyuwangi, Nihayatul Wafiroh Tekankan Urgensi Pelindungan Pekerja Rumah Tangga

Pada fase awal peluncuran, otoritas kampus mengonfirmasi pemberian beasiswa penuh pertama kepada Ihwan Subekti, seorang guru dari SD Negeri 1 Bojong, Kabupaten Pangandaran.

Penerima dipilih berdasarkan rekomendasi kedinasan setempat setelah berhasil melewati ambang batas kelulusan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) yang diselenggarakan universitas.

Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyatakan proyeksi dari implementasi program ini difokuskan pada perluasan dampak sosial (social impact) jangka panjang di daerah, bukan sekadar pemenuhan angka serapan lulusan.

Baca Juga:  Warning Dudung Abdurachman, Bongkar Praktik Jual-Beli Titik Dapur Program MBG

Berdasarkan lini masa akademik yang dirilis panitia seleksi, masa pendaftaran dan verifikasi dokumen fisik untuk program ini akan dibatasi hingga 13 Juli 2026 mendatang melalui sistem terpusat di laman SMUP Unpad.

Agenda peluncuran program ini turut diawasi langsung oleh perwakilan legislatif dan eksekutif daerah, di antaranya Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Siti Muntamah, serta Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Jabar Dr. Firman Oktora yang hadir mewakili Penjabat Gubernur Jawa Barat.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran