Sasar Gen Z, Kemenag Jaring 103 Karya Kreatif Lewat Lomba Video Tepuk Sakinah

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menggelar lomba video “Tepuk Sakinah” yang menyasar kelompok masyarakat umum, khususnya Generasi Z.

Kemenag mencatat sebanyak 103 karya video kreatif dari berbagai daerah kini masuk dalam tahapan seleksi tim dewan juri.

Langkah ini menjadi terobosan baru untuk memperkuat ketahanan keluarga nasional sekaligus menekan tingginya angka perceraian di Indonesia.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Ahmad Zayadi, menegaskan program edukasi ini wajib mengedepankan kualitas pelayanan publik.

“Yang paling penting bagi kita adalah menghadirkan layanan terbaik. Jadi yang harus kita sadari bersama, kita ini adalah pelayan masyarakat,” ujar Zayadi di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:  Lindungi Industri dan Daya Beli, Pemerintah Bebaskan Bea Masuk LPG serta Bahan Baku Plastik

Zayadi menilai karakter masyarakat yang dilayani Kemenag saat ini sangat dinamis, mulai dari milenial hingga kelompok generasi alfa.

Oleh karena itu, instansi dituntut melakukan adaptasi cepat pada instrumen pendekatan layanan bimbingan agar tetap relevan dengan zaman.

Menurutnya, sebuah inovasi program tidak melulu harus menelan biaya mahal, melainkan wajib menawarkan unsur kebaruan bagi publik.

“Tidak harus mahal, tetapi harus memiliki kebaruan. Sesuatu yang memiliki kebaruan akan menjadi lebih menarik dan lebih mudah diingat masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Pemerintah RI Kutuk Keras Aksi Brutal Israel Bajak Kapal GSF

Zayadi juga mengingatkan jajarannya bahwa Kemenag kini beroperasi di ruang publik yang sangat transparan dan terbuka bebas.

Setiap unit KUA harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat secara presisi guna membangun citra positif institusi negara.

“Jangan sampai ada jarak antara layanan yang kita berikan dengan kebutuhan masyarakat,” kata dia mengingatkan para kepala KUA.

Panitia merinci dari total 103 pendaftar, sebanyak 56 karya berasal dari aparatur sipil negara (ASN) internal Kemenag.

Sementara sisanya, sebanyak 47 karya video kreatif murni datang dari kiriman kelompok masyarakat umum di tanah air.

Baca Juga:  Sebanyak 40 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Diberangkatkan

Zayadi menambahkan, pola edukasi keluarga untuk kalangan remaja sudah tidak efektif lagi jika menggunakan metode teoritis yang kaku.

“Format bimbingan remaja usia sekolah, bimbingan remaja usia nikah, maupun bimbingan keluarga sakinah jangan terlalu berat secara teori. Harus lebih seru, mudah diingat, dan mudah dipraktikkan dari A sampai Z,” ujarnya memungkasi.

Selain kampanye digital, Kemenag juga mengoptimalkan klinik konsultasi tatap muka gratis untuk mengatasi konflik rumah tangga di KUA terdekat.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran