NGANJUK – Presiden RI Prabowo Subianto bergerak cepat memperkuat otot ekonomi kerakyatan dengan menyisir wilayah pedesaan di Jawa Timur.
Kepala Negara meninjau langsung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Kunjungan strategis ini menjadi pembuka sebelum sang Presiden meresmikan operasionalisasi serentak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pantauan resmi dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden mencatat rombongan Kepresidenan mendarat di lokasi tepat pukul 11.20 WIB.
Prabowo langsung melangkah masuk memeriksa kesiapan manajemen dan mencermati komoditas pangan yang mengisi etalase toko.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mendampingi Presiden sembari memaparkan skema distribusi barang.
Mantan Danjen Kopassus ini juga menguji kelaikan armada kendaraan operasional yang meliputi motor roda tiga hingga truk pengangkut.
Pemerintah sengaja mendesain megaproyek koperasi ini secara terintegrasi agar mampu mendongkrak daya beli masyarakat lapisan bawah.
Langkah berani ini menjadi bukti nyata keseriusan kabinet dalam mengeksekusi program Astacita ke-6 bentukan Prabowo Subianto.
Istana menargetkan pembentukan wadah usaha ini menjadi senjata utama untuk memerdekakan warga desa dari jerat kemiskinan ekstrem.
Sederet menteri koordinator dan menteri teknis Kabinet Merah Putih tampak kompak mengawal agenda besar Presiden di lapangan.
Terlihat Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, hingga Menteri Koperasi Ferry Juliantono merapatkan barisan.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut mengamankan jalannya peresmian massal tersebut.
Program berskala nasional ini berjalan tegak lurus berdasarkan payung hukum Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Prabowo meneken Inpres percepatan pembentukan koperasi merah putih tersebut pada 27 Maret tahun lalu untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Pemerintah menaruh harapan besar agar ribuan koperasi ini segera bertransformasi menjadi tulang punggung baru ketahanan pangan nasional.***



Tinggalkan Balasan