BANDUNG – Sorak sorai pemain muda memecah kesunyian Pindad Soccer Arena pada Kamis (14/5/2026). Mereka berjuang dalam pembukaan Liga Jabar Istimewa (LJI).
Atmosfer penuh semangat menyelimuti tribun penonton. Para pelatih dan orang tua memberikan dukungan energi luar biasa bagi tunas-tunas sepak bola.
Tokoh olahraga Jawa Barat dan Kota Bandung membuka kompetisi ini secara meriah. Hadir sosok legendaris Djadjang Nurjaman hingga petinggi KONI Bandung.
LJI 2026 mengadu ketangkasan kelompok usia U-10 dan U-12. Ajang ini menjadi gerbang emas menuju kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
Tim-tim terbaik mengincar tiket prestisius menuju Piala Presiden usia dini. Turnamen nasional tersebut akan bergulir pada awal Juli 2026 mendatang.
Kota Bandung resmi menjadi daerah ke-18 yang menggelar kompetisi bergengsi ini. Bandung kembali membuktikan diri sebagai episentrum pembinaan talenta muda.
Sebanyak 123 tim bertarung habis-habisan memperebutkan gelar juara. Peserta kategori U-12 mendominasi dengan total 73 tim yang sangat kompetitif.
Panitia menggunakan tiga lapangan berbeda sekaligus untuk menampung tingginya intensitas pertandingan. Ribuan pasang mata menanti lahirnya bintang masa depan.
Sistem round robin menyeleksi tim-tim tangguh pada fase grup. Hanya juara dan runner-up yang berhak melaju ke babak gugur.
Persaingan sengit berlanjut hingga babak delapan besar yang sangat menegangkan. Dua finalis terpilih akan langsung terbang ke putaran regional Jawa Barat.
Direktur Teknik PSSI Jawa Barat, Djadjang Nurjaman, memuji antusiasme luar biasa peserta. Ia menilai kompetisi ini sebagai fondasi mencetak pemain berkelas.
“Sangat luar biasa, satu yang kita harapkan dari turnamen LJI Piala Wali Kota Bandung bisa menjaring pemain-pemain yang betul-betul potensial yang betul-betul memiliki kualitas tinggi,” ujar Djadjang.
Djanur berharap PSSI Kota Bandung segera membina para pemain potensial ini. Pendidikan sepak bola yang serius menjadi investasi mahal masa depan.
Sekretaris Dispora Kota Bandung, Hendy Maulana, bermimpi besar melahirkan pesepak bola nasional. Ia ingin Bandung segera memiliki akademi pembinaan profesional.
“Intinya, akan lahir pesepakbola-pesepakbola nasional yang berasal dari Kota Bandung. Kami bermimpi setelah LJI digelar akan mempercepat program PSSI Kota Bandung untuk mendirikan sebuah Diklat atau Akademi Usia 10 dan Usia 12 tahun dengan nama Persib Akademi PSSI Kota Bandung,” kata Hendy.
Ketua Umum KONI Kota Bandung, Dr. Nuryadi, menjanjikan dukungan penuh bagi pembinaan berbasis kompetisi. Regenerasi atlet menjadi harga mati bagi kejayaan olahraga.
“Ini artinya konsistensi Kota Bandung dalam proses pembinaan yang berjenjang terus berjalan. Kita berharap dari LJI Piala Wali Kota Bandung bisa menghasilkan bibit untuk masa depan dan KONI Kota Bandung selalu ngarojong pembinaan yang berbasis kompetisi,” ungkap Nuryadi.
Sebanyak 1.736 pemain muda berlari mengejar bola di lapangan hijau. Langkah awal ini membawa visi besar “Bandung City of Champion” menjadi nyata.
“Tujuannya amanat Pak Wali Kota yaitu menuju dilaksanakannya Diklat dan Bandung City of Champion. Kami berharap penyelenggaraan LJI di Kota Bandung berjalan sesuai harapan untuk Jabar Istimewa,” pungkas Ketua Pelaksana, Laga Sudarmadi.***



Tinggalkan Balasan