Ekspor Rotan Cirebon Tembus Rp2,5 Triliun, Disperdagin Optimis Tren Positif Berlanjut di 2026

CIREBON – Produk rotan asal Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan taringnya di pasar internasional. Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan biaya produksi, nilai ekspor rotan dan furnitur dari daerah ini mencatat pertumbuhan signifikan hingga menembus angka lebih dari Rp2,5 triliun.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon pun optimis tren positif ini akan terus berlanjut hingga tahun 2026 mendatang.

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Suhartono, menyatakan bahwa sektor rotan tetap menjadi tulang punggung ekspor daerah yang terbukti tangguh. “Nilai ekspor rotan cukup stabil, bahkan menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Suhartono dikutip dari laman Tribun, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga:  KSARBUMUSI Garut Serukan Keadilan Buruh pada May Day 2026, Tegaskan Perlawanan terhadap Eksploitasi

Berdasarkan data Disperdagin, berikut adalah tren nilai ekspor produk rotan dan furnitur Kabupaten Cirebon:

  • 2023: 102,79 juta dolar AS.

  • 2024: Melonjak signifikan menjadi 156,97 juta dolar AS.

  • 2025: Berada di angka 126,84 juta dolar AS (setara lebih dari Rp2,5 triliun).

Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa desain dan kualitas produk rotan Cirebon memiliki daya saing tinggi di kancah global. Meski industri masih bergantung pada bahan impor untuk finishing (seperti pernis berbahan minyak bumi), Suhartono menilai dampaknya terhadap biaya produksi belum mengganggu performa ekspor secara keseluruhan.

Baca Juga:  Wamenpar Ni Luh Puspa: Perempuan Adalah Pilar Utama Ketahanan Pariwisata Indonesia

Untuk menjaga momentum ini, Disperdagin terus menggencarkan program pembinaan bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Salah satunya melalui pendampingan teknis diversifikasi produk yang telah digelar pada 14-17 April 2026.

Dalam program yang melibatkan 30 pelaku IKM tersebut, fokus utama diberikan pada:

  • Pengembangan desain dan inovasi produk.

  • Peningkatan standar kualitas.

  • Strategi diversifikasi agar lebih kompetitif di pasar ekspor.

“Peningkatan dari sisi kuantitas dan kualitas industri secara otomatis akan mendorong produktivitas dan angka ekspor kita,” jelas Suhartono.

Baca Juga:  Update Harga Pangan Nasional 2 Mei 2026: Cabai Rawit Hijau Anjlok, Komoditas Minyak Goreng dan Ayam Masih Meroket

Tidak hanya di sektor rotan, total nilai ekspor Kabupaten Cirebon secara keseluruhan juga merangkak naik dalam tiga tahun terakhir:

  • 2023: 354,59 juta dolar AS.

  • 2024: Naik menjadi 423,89 juta dolar AS.

  • 2025: Kembali menguat di angka 432,05 juta dolar AS.

Suhartono meyakini bahwa dengan kualitas produk yang terus terjaga, performa perdagangan luar negeri Kabupaten Cirebon akan tetap kokoh di tahun 2026, meskipun dibayangi ketidakpastian ekonomi dunia.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *