KEDIRI – Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar mendatang kian memanas.
Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) secara khusus mengumpulkan para alumni yang menjabat di jajaran struktural NU—mulai dari tingkat PBNU, PWNU, hingga PCNU—dalam acara Halal Bihalal di Aula An-Nawawi, Pondok Pesantren Lirboyo, Kamis (7/5/2026).
Meski bertajuk silaturahmi, kehadiran Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), di tengah para kiai sepuh Lirboyo memicu spekulasi politik yang kuat.
Pertemuan ini diduga menjadi momentum konsolidasi dukungan Lirboyo bagi keberlanjutan kepemimpinan Gus Yahya di Muktamar mendatang.
Hubungan emosional Gus Yahya dengan Lirboyo selama ini dikenal sangat erat.
Kedekatannya dengan Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Anwar Manshur, dinilai banyak pihak bukan sekadar hubungan santri dan kiai, melainkan sinyal dukungan strategis.
“Lirboyo adalah salah satu punjer (pusat) dan kompas bagi warga Nahdliyin. Jika para masyayikh sudah memberikan bimbingan untuk ‘menjaga keteduhan’, itu sering kali diterjemahkan sebagai restu bagi kepemimpinan yang sedang berjalan untuk meredam kegaduhan,” ujar seseorang di PBNU kepada Gugah.co, Kamis (7/5/2026).
Sebelumnya, sejumlah petinggi PBNU seperti Sekjen Saifullah Yusuf dan Bendum Gus Gudfan juga terpantau intens melakukan sowan ke Kediri.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa Lirboyo menjadi episentrum rekonsiliasi sekaligus penentu arah kebijakan PBNU ke depan.
Menanggapi pengumpulan alumni ini, dinamika di tingkat wilayah mulai terbaca.
Saat ini, redaksi tengah melakukan upaya konfirmasi kepada tokoh-tokoh alumni Lirboyo untuk melihat sejauh mana instruksi “netralitas dan khidmah” dari masyayikh ini dipahami oleh pengurus di daerah.***



Tinggalkan Balasan