Muslimat NU Garut Gelar Lomba Al-Barzanji HSN 2026, PAC Selaawi Raih Juara I

|

GUGAH — Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut menggelar Lomba Al-Barzanji dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PCNU Kabupaten Garut, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung PCNU Kabupaten Garut tersebut diikuti 24 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU dari berbagai kecamatan.

Mengusung tema “Dari Majelis Muslimat, Menghidupkan Shalawat dan Tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah An Nahdliyyah,” perlombaan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian HSN 2026 sekaligus ikhtiar Muslimat NU dalam merawat tradisi keagamaan, menghidupkan selawat, dan memperkuat amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Garut, Hj. Kinkin Patonah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Penghargaan secara khusus disampaikan kepada panitia, dewan juri, peserta, serta seluruh PAC Muslimat NU yang telah berpartisipasi menyukseskan perlombaan.

Baca Juga:  Halaqah LKKNU Garut di Momentum HSN 2026, Dorong Pesantren Ramah Anak dan Cegah Kekerasan Seksual

Menurutnya, Lomba Al-Barzanji tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan atau perolehan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui lantunan selawat, menjaga warisan tradisi para ulama, serta mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarkader Muslimat NU.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan majelis-majelis Muslimat sebagai ruang untuk menghidupkan nilai-nilai keagamaan, memperkuat amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah, dan mewariskan tradisi keislaman kepada generasi berikutnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan 24 PAC Muslimat NU yang mewakili berbagai wilayah di Kabupaten Garut. Peserta tersebut berasal dari PAC Cilawu, Bayongbong, Cisurupan, Sukaresmi, Pangatikan, Karangpawitan, Cibiuk, Kersamanah, Garut Kota, Singajaya, Banjarwangi, Blubur Limbangan, Sekawening, Banyuresmi, Samarang, Leles, Cibatu, Leuwigoong, Bungbulang, Sucinaraja, Wanaraja, Selaawi, Cihurip, dan Pakenjeng.

Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri, yakni Hj. Yati selaku Dewan Penasihat Muslimat NU Kabupaten Garut, Hj. Neneng Komala dari Pesantren Qiroatussab’ah Kudang, serta Ai Nurhasanah, musisi religi nasional.

Baca Juga:  Polda Jabar Bongkar Pabrik Obat Ilegal Berkapasitas 8 Juta Butir per Hari

Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, meliputi penghayatan dan penjiwaan, kekompakan dan kerapian, lagu, suara dan irama, serta fashahah, pelafalan, dan tajwid. Aspek-aspek tersebut menjadi dasar dewan juri dalam menentukan hasil perlombaan.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, PAC Muslimat NU Selaawi berhasil meraih Juara I dengan perolehan nilai 343. Posisi Juara II diraih PAC Muslimat NU Limbangan dengan nilai 336, sedangkan Juara III diraih PAC Muslimat NU Cisurupan dengan nilai 335.

Adapun kategori Juara Harapan I diraih PAC Banyuresmi dengan nilai 331, Juara Harapan II oleh PAC Bayongbong dengan nilai 328, dan Juara Harapan III diraih PAC Cilawu.

Baca Juga:  GP Ansor Cibinong Cianjur Hidupkan Tradisi Pesantren Lewat Lomba Shalawat dan Barzanji pada HSN 2026

Selain kategori juara utama, dewan juri juga menetapkan PAC Bungbulang sebagai Juara Favorit. Sementara itu, penghargaan Best Perform I diraih PAC Samarang, Best Perform II oleh PAC Sucinaraja, dan Best Perform III diraih PAC Pangatikan.

Penyerahan hadiah kepada seluruh pemenang dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/11/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 PCNU Kabupaten Garut.

Melalui perlombaan ini, PC Muslimat NU Kabupaten Garut mendorong agar tradisi Al-Barzanji tidak hanya semarak dalam kegiatan perlombaan, tetapi juga terus hidup dan berkembang di tengah majelis-majelis Muslimat. Melestarikan tradisi berarti merawat warisan para ulama, sedangkan menghidupkan selawat menjadi salah satu wujud kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan peran Muslimat NU dalam menjaga kesinambungan tradisi keagamaan, memperkuat nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyyah, serta membangun kebersamaan melalui majelis-majelis keagamaan di tengah masyarakat.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran