LDKS 2026 SMK & SMA Al Badar Cipulus Resmi Dimulai, Menumbuhkan Kepemimpinan dari Ruang Belajar

|

GUGAH – Pagi masih menyisakan udara sejuk ketika barisan siswa memenuhi Lapangan SMK Al Badar Cipulus, Kamis (29/10/2026). Dalam suasana yang tertib, apel pagi menjadi penanda dimulainya Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Tahun 2026 bagi peserta didik SMK dan SMA Al Badar. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Strong Leader, Solid Team” sebagai pijakan untuk membangun kepemimpinan yang tumbuh dari kemampuan bekerja sama.

Pembukaan dihadiri Kepala SMA Al Badar Muhammad Badrul Munir, M.Sos., Kepala SMK Al Badar Hj. Nyimas Dedeh Badriah, M.M.Pd., para Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, pengurus OSIS, panitia, dan seluruh peserta LDKS. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan name tag kepada perwakilan peserta sebagai tanda dimulainya rangkaian pembinaan yang akan berlangsung hingga 31 Oktober 2026.

Baca Juga:  Bupati Garut Tekankan Mutu Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Lewat Diklat BCKS 2026

Dalam sambutannya, Hj. Nyimas Dedeh Badriah mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak lahir dari jabatan, melainkan dari kesediaan untuk memikul tanggung jawab dan menjadi bagian dari solusi. Karena itu, menurutnya, LDKS harus dipandang sebagai ruang belajar yang membentuk karakter, bukan sekadar memenuhi agenda organisasi.

Selama tiga hari, peserta akan mengikuti berbagai materi yang berkaitan dengan kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi publik, dan penyelesaian masalah. Pembekalan dipusatkan di Aula SMK Al Badar dengan pendekatan yang mendorong peserta untuk berdiskusi, berlatih mengambil keputusan, dan memahami dinamika kerja tim.

Baca Juga:  Peringati Hari Santri Nasional 2026, PCNU Kabupaten Tasikmalaya Gelar Ziarah Muharik NU

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan tadabur alam di kawasan Ujung Aspal. Di ruang terbuka, peserta diajak mempraktikkan nilai-nilai yang telah dipelajari melalui aktivitas yang menuntut kerja sama, ketahanan diri, serta kemampuan membangun kepercayaan di dalam kelompok. Alam tidak menjadi tujuan, melainkan medium belajar yang menghadirkan pengalaman secara langsung.

LDKS selama ini menjadi salah satu ikhtiar sekolah dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan di lingkungan kesiswaan. Harapannya, peserta tidak hanya memiliki pemahaman mengenai organisasi, tetapi juga membawa pulang kebiasaan untuk mendengar, berdialog, mengambil keputusan dengan bijak, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan.

Baca Juga:  Bang Jo Tegaskan Ansor Harus Satu Barisan, Beda Pilihan Jangan Tinggalkan Konflik

Dari proses itulah sekolah berharap lahir pemimpin-pemimpin muda yang tidak diukur dari seberapa lantang mereka berbicara, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu mereka hadirkan. Sebab, kepemimpinan pada akhirnya bukan tentang siapa yang berdiri paling depan, melainkan tentang siapa yang tetap berjalan bersama ketika tantangan datang.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran