Petani Muda Ciamis Panen Semangka di Lahan Kering

|

GUGAH – Lahan kering akibat musim kemarau bukan menjadi kendala bagi petani muda di Dusun Cikatomas, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis. Mereka membuktikan bahwa lahan tidur dapat diubah menjadi sumber penghasilan dengan membudidayakan semangka di lahan seluas 1.540 meter persegi.

Para pemuda tani menggelar panen raya semangka pada Sabtu (24/10). Dari lahan tersebut, mereka berhasil menghasilkan sekitar 3 ton buah semangka.

Salah seorang petani muda, Septian Mulyana (28), mengatakan budidaya semangka tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 60 hari hingga masa panen.

Baca Juga:  Rupiah Dibuka Anjlok ke Rp17.950, Dolar AS Justru Menguat

Keberhasilan itu mendapat apresiasi langsung dari Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, yang meninjau panen raya di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Nanang ikut memetik dan menimbang hasil panen. Ia mencatat rata-rata bobot setiap buah semangka mencapai 5,5 kilogram.

“Ini bukti bahwa dengan kreativitas dan kemauan, musim kemarau yang kerap ditakuti justru bisa mendatangkan berkah ekonomi. Persoalannya bukan pada iklim atau luasnya lahan, melainkan niat dan kemauan bekerja keras,” ujar Nanang.

Baca Juga:  Agun Dorong Produk Kreatif Ciamis Menembus Pasar dengan Dilindungi Hak Cipta

Nanang menambahkan, profesi petani memberikan kebebasan dan kemandirian yang tinggi. Menurutnya, petani merupakan profesi yang memberi peluang besar untuk hidup mandiri karena mampu mengelola usahanya sendiri.

Sementara itu, Septian mengungkapkan ide menanam semangka berawal dari keprihatinannya melihat lahan tadah hujan di lingkungannya yang terbengkalai saat musim kemarau.

“Awalnya saya ingin memanfaatkan lahan tidur yang tidak produktif akibat kekeringan. Saya belajar dari teman dan mencoba secara otodidak. Perawatannya juga saya kerjakan bersama keluarga,” tuturnya.

Baca Juga:  IHSG Dibuka Anjlok 4,31 Persen, Sentimen MSCI hingga Gejolak Global Masih Membayangi

Dengan modal awal sekitar Rp8 juta, Septian mampu menjual hasil panennya dengan harga Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Menariknya, sistem penjualan dilakukan langsung di lokasi, sehingga pembeli dapat memilih dan memetik sendiri buah semangka yang diinginkan.

Rata-rata penjualan mencapai sekitar 5 kuintal per hari. Seluruh hasil panen diperkirakan habis terjual dalam waktu tiga hingga empat hari. Melihat keberhasilan tersebut, Septian berencana memperluas area tanam pada musim berikutnya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran