IHSG Tembus Level Psikologis 7.000: Investor Domestik ‘Ngegas’, Asing Justru Lepas Barang

 

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026). Sempat tertekan di zona merah pada awal sesi, IHSG berhasil melakukan rebound fantastis dan parkir di level psikologis 7.057,11, menguat tajam 1,22% atau naik 85,15 poin.

Berdasarkan data RTI Business, indeks komposit bergerak sangat volatil dengan rentang harian di posisi terendah 6.921,61 hingga mencapai level tertinggi di 7.069,21. Kekuatan beli yang konsisten menjelang penutupan pasar menunjukkan optimisme tinggi dari para pelaku pasar.

Baca Juga:  Harga BBM Per 4 Mei 2026: Pertamax Turbo dan Diesel Nonsubsidi Resmi Naik, Vivo-BP Tembus Rp30 Ribu

Fenomena menarik terjadi di balik reli IHSG kali ini. Di saat indeks terbang tinggi, investor domestik tercatat menjadi motor utama penggerak pasar. Data menunjukkan investor domestik mendominasi transaksi sebesar 71,83% dengan nilai beli mencapai Rp6,66 Triliun.

Sebaliknya, investor asing justru memanfaatkan momentum kenaikan ini untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking). Tercatat, investor asing membukukan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp102,61 Miliar di seluruh pasar.

Baca Juga:  IHSG Terperosok ke Zona Merah Menjelang Rilis PDB Kuartal I-2026 di Tengah Eskalasi Konflik Global

Total nilai transaksi pada perdagangan hari ini tergolong jumbo, mencapai Rp16,96 Triliun dengan volume saham yang ditransaksikan sebanyak 438,08 juta lot. Tingginya nilai transaksi ini mengonfirmasi bahwa kenaikan IHSG didukung oleh likuiditas yang sehat, bukan sekadar kenaikan semu.

Analisis pasar melihat bahwa keberhasilan IHSG bertahan di atas level 7.000 menjadi sinyal bullish yang kuat untuk perdagangan esok hari. Investor kini menantikan rilis data ekonomi makro domestik serta laporan laba bersih emiten perbankan yang diprediksi akan tetap solid.

Baca Juga:  IHSG Dibuka Menghijau Tipis, Aksi Ambil Untung Jelang Libur “May Day” Bayangi Pergerakan

Meskipun demikian, para pelaku pasar tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi koreksi wajar mengingat adanya tekanan jual dari pihak asing yang perlahan mulai keluar dari pasar reguler.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *